12/08/2022

Ketua PEKAT-IB Merangin Sebut Kabupaten Merangin” Babak Belur” Sejak di Tinggal Al Haris Jadi Gubernur

2 min read

BANGKO – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), ormas PEKAT – IB Kabupaten Merangin, Yuzerman (49), tak segan segan menyebutkan bahwa jika tatanan Birokrasi Pemerintahan Kabupaten Merangin saat ini, babak belur sejak di tinggal Al Haris jadi Gubenur, Jumat (24/6/2022).

Menurutnya, diwaktu Al Haris memimpin dahulu, Kabupaten yang bersoloko ‘Tali Undang Tambang Teliti’ ini, cukup terbilang adem, baik disegi tatanan penepatan pejabat di Birokrasi, maupun pembangunan semua berjalan tanpa ada keributan.

Namun saat ini, kurang lebih satu tahun sejak Al Haris dinobatkan menjadi sebagai Gubernur Jambi, Mashuri sebagai penerus estapet, Birokrasi terus di rombak, sehingga dari itu semua berdampak, dan pada akhirnya menjadi gejolak. Program “Merangin Mantap” yang dulunya sudah terukur, kini malah babak belur.

Persoalan demi persoalan di tubuh pemerintahan kerap terjadi.Terlebih Mashuri sebagai Bupati terkesan ‘Bobok Manis’ tanpa ada aksi mengurai kusut ini.

“Ditingal Al Haris jadi Gubernur Pemerintahan Bupati Mashuri babak belur. Masalah silih berganti, bermula isu dugaan Pungli pada pelantikan sejumlah OPD, Kabid, Kasi, dan beberpa Kepsek baru baru ini, yang di pungut oknum oknum tertrntu,” ungkap Yuzerman.

Setelah itu, sambung orang yang kerap di panggil Buyung Pahit ini, terjadi lagi kejolak Direktur RSUD Klonel Abundjani Bangko yang di pimpin Sephelio Vs 18 Dr. Spesialis.

“Yang hangat saat ini, mosi tak percaya 18 OPD, yang diikuti tiga pimpinan DPRD terhadap Sekda yang berbuntut akan tidak akan terjadi membahas APBD perubahan apa bila tidak solusi kongkrit dari Bupati,” tambah Buyung lagi.

Mirisnya nya lagi, sambung Buyung, Kabupaten Merangin tahun 2022 ini, meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dalam tata kelola Adminitrasi dan keuangan. Akan tetapi di sisi lain, terjadi temuan BPK – RI Milyaran Rupiah.

“Kan lucu jadinya, dapat WTP, tapi ada temuan BPK – RI Perwakilan Jambi milyaran rupiah. Artinya, tidak menutup kemungkinan perolehan predikat WTP diduga syarat ada permainan uang,” tegas Buyung kesal.

Terakhir, lanjut Buyung, saat ini sudah memasuki akhir triwulan kedua, dan memasuki triwulan ketiga tahun 2022 serapan anggaran Kabupaten Merangin jauh dari kata harapan, hanya berkisar 33% dari anggaran, itupun hanya belanja pegawai.

“Jika berkaca dengan persoalan ini, tidak menutup kemungkinan Visi Misi “Merangin Mantap” yang di gagas Al Haris dulu, akan akan menjadi Merangin meratap,” tutur Buyung lagi.

Mantan Ketua DPD LCKI ini, berharap Bupati Mashuri, sebagai pemegang pucuk pemerintahan dan pemangku kebijakan, wajib bertindak tegas dalam mengurai persoalan yang ada di Kabupaten Merangin. Ini bisa “Mencoreng’ nama baik Merangin dimata Kabupaten lain.

“Sekian bannyak Bupati Merangin di era Mashuri ini lah, kejolak tak henti henti. Damainya, Kabupaten itu tergantung dengan Bupatinya. Katanya Gerak Cepat (Gercep), Ini lah saat kerja nyata itu perlu dibuktikan. Intinya, kita berharap Bupati itu tegas agar persoalan ini tidak lagi berlarut larut,” tandasnya.(*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.