21/10/2021

Sekolah Menengah Bisa Lumpuh, Jika Guru Honor tak Diakamodir

1 min read

BANGKO-Peralihan tanggungjawan sekolah menengah atas dari Kabupaten ke Provinsi, ternyata tidak hanya menimbulkan keresahan bagi guru honorer, tapi juga mengancam kelangsungan proses belajar mengajar di sejumlah sekolah menengah atas  di Kabupaten Merangin.

Pasalnya dalam peralihan ini tidak ada kejelasan bagi guru honorer. Sementara di Merangin banyak sekolah yang sangat bergantung pada guru honorer dalam kelangsungan belar mengajar.

Bahkan ada sekolah menengah di Merangin yang hanya memiliki satu guru pegawai negeri sipil (PNS). Terutama sekolah menengah baru dan yang terletak cukup jauh dari kota Bangko.

“Peralihan wewenang ini memang tidak disertakan guru kontrak daerah, yang diakamodir baru guru PNS. Sementara daerah cuma mengakamodir guru kontak hingga Desember 2016 nanti, setelahnya kita belum tau tergantung kebijakan provinsi,” kata Mulyadi, Kepala Bidan Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Merangin.

Jika guru kontrak atau honor daerah tidak di akamodir, lanjut Mulyadi, bisa membuat aktivitas belajar disejumlah sekolah menengah jadi lumpuh. Terutama sekolah yang hanya memiliki satu hingga empat guru PNS.

“Ya banyak sekolah akan lumpuh, karena tidak ada lagi pengajarnya. Karena selama ini cukup banyak sekolah yang memamang mengandalkan guru kontrak daerah untuk kelansungan pendidikan,” ujarnya.(TM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *