28/10/2021

Miris, Siswa SD di Air Liki Menantang Maut ke Sekolah

1 min read

BANGKO-Siswa Sekolah Dasar (SD) di  Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat memang mempunyai semangat tinggi agar dapat mengenyam pendidikan.

Betapa tidak setiap hari puluhan siswa SD 156 di desa paling ujung Tabir Barat itu melintasi arus sungai Batang Tabir. Resiko hanyut terbawa arus tentu saja setiap saat mengintai mereka.

Kondisi ini sudah turun temurun dirasakan warga Air Liki.  Lantaran tidak ada akses jembatan untuk menyeberang ke sekolah.

Bahkan terkadang siswa meliburkan diri,  apa lagi saat arus sungai lagi pasang. Mereka tidak berani menyeberang, lantaran takut terbawa arus.

Kepala Desa (Kades)  Air Liki,  Pulpy Marlinton,  mengatakan kondisi seperti itu sudah dialami sejak puluhan tahun.

” Itulah keadaannya, sudah puluhan tahun murid SD Desa kami seperti ini,” katanya.

Ia menambahkan, kendati demikian pihaknya tengah berupaya mencari solusi, salah satunya mengajukan ke Pemerintah Daerah (Pemda), agar membangun Jembatan Gantung pada anggaran 2017.

” Sejauh ini kami sudah mengusulkan ke ke Dinas Pekerjaan Umum, agar tahun 2017 ini dibangun jembatan penyebrangan, dari Desa menuju SD itu,” sebutnya.

Selain itu, juga terdapat sekitar 20 hektar sawah petani yang berdekatan dengan SD. Itulah sebabnya warga sangat membutuhkan jembatan penyebrangan.

” Sangat penting Jembatan dibangun, selain  untuk murid SD, ada puluhan petani yang menggarap sawah didekat SD ini, ” tukasnya (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *