28/10/2021

Zona Pertambangan Rakyat Mulai Dibahas Masuk RTRW

1 min read

BANGKO- Zona pertambangan rakyat mulai dibahas untuk masuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi dan Kabupaten/kota.

Terkait itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi meminta Pemerintah Kabupaten melakukan pemetaan wilayah untuk diusulkan masuk RTRW.

Aspan Kadis PUPR Merangin mengatakan pihaknya baru saja mengikuti rapat dengan PUPR Provinsi dan Dinas ESDM, dan diikuti Dinas PUPR Kabupaten/Kota se Jambi.

“Kebetulan sekarang semua kabupaten kota akan melakukan revisi RTRW. Pemprov minta kita mencari data awal untuk zona pertambangan rakyat,” kata Aspan, Rabu (17/03/2021).

Aspan menjelaskan ada beberapa item wilayah yang tidak bisa dijadikan zona pertambangan rakyat.

“Diantaranya mempertimbangkan zona pertanian, mempertimbangkan lingkungan, tanggungjawab restorasi, mempertimbangkan sumber air dan tidak dalam wilayah bendungan Merangin,” sebut Aspan.

“Ini juga dibahas nanti tangungjawab restorasi nanti tangungjawab siapa, pertimbangan kawasan bagaimana dengan sumber air dan bendungan Merangin jangan sampai terdampak. Pertambangan rakyat ini satu zona tidak boleh lebih dari 100 hektar,” jelas Aspan lagi.

Terkait pemetaan dan data awal daerah untuk zona pertambangan rakyat disebut Aspan dalam waktu dekat ini akan duduk bersama dengan para camat.

“Rencana Rabu depan kita rapat dengan para camat,” sebutnya.

Ini juga merupakan upaya pemerintah untuk penanganan pertambangan emas tanpa izin (PETI) melalui mekanisme wilayah pertambangan rakyat dalam rencana tata ruang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *