28/11/2021

Warga Sebut Nilwan Yahya Cukong PETI Lobang Jarum

2 min read

BANGKO – Maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) lobang jarum dibibir Sungai Merangin, tepatnya di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, tidak lepas dari tangan pemodal (Cukong).

Seperti mengakuan beberapa warga Desa Simpang Parit kapada media ini dan minta namanya tak ditulis. Ia mengatakan yang kerap memodali warga membuka tambang jarum yakni Nilwan Yahya.

” Yang biasanya yang sering modali dulu cik kami Nilwan Yahya anggota DPRD tu. Kalau kami mana kuat, tak sedikit modal yang dibutuhkan untuk buka tambang jarum itu,” ujar sumber.

Untuk modal awal saja, sebut sumber, satu tambang biayanya diperkirakan mencapai Rp 20 juta, bahkan sampai Rp 30 juta. Namun, sebelum buka tambang harus ada komitmen antara anggota dengan pemilik modal.

” Komitmenya, jika tambang yang dibuka itu berhasil uang yang diberikan pemodal dilunasi. Bagiannya, lebih banyak dari anggota yang membuka tambang. Namun, sebaliknya jika tidak berhasil uang itu hangus,” tambah sumber.

Selanjutnya, kata sumber, kenapa setelah tambang berhasil bagian pemodal yang banyak? Karena, selain sebagai pemodal, semua fasilitas di tambang tersebut juga diberikan pemodal.

“Mulai dari mesin sedot air tambang, mesin lampu di lokasi tambang, itu semua tanggung jawab cukong. Itulah alasan, makanya cukung banyak dapat bagian,” cetusnya.

Sejauh ini lanjut sumber lainnya, hampir belasan PETI lobang jarum yang dimodali oleh Nilwan Yahya.  Bahkan, bersebalahan tambang yang menelan 11 korban itu, terdapat tambang jarum yang dimodali anggota DPRD itu.

” Banyak idak, hampir belasanlah. Salah satunya sebelah tambang yang menelan korban itu,” kata sumber lainnya.

Sementara, anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dikonfirmasi keterlibatannya sebagai cukong terkesan tak mau komentar, Ia mengatakan saat ini lagi fokus membantu evakuasi korban.

” Saya tak mau komentar jika bertanya seperti itu. Soalnya, saat saya fokus untuk evakuasi 11 korban yang tertimbun ini,” pungkasnya. (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *