28/11/2021

Truck Kelebihan Muatan Rusak Jalan, Kadis PUPR Merangin Harap Revisi Aturan ODOL Cepat Selesai

1 min read

BANGKO- Kementerian Perhubungan berencana merevisi Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya terkait kebijakan angkutan barang kelebihan muatan dan dimensi atau over dimension over load (ODOL).

Revisi ini karena sanksi yang diberikan maksimal hanya denda Rp 500.000. Angka tersebut dinilai terlampau kecil sehingga tidak berefek jera bagi para pelanggar ODOL di jalanan.

Aspan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin berharap UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan, khususnya terkait ODOL segera selesai direvisi.

Disebut Aspan aturan terkait ODOL tersebut sangat penting untuk menjaga jalan yang dibangun pemerintah agar tidak dilalui kendaraan khusunya truck kelebihan muatan.

“Penyebab jalan cepat rusak salah satunya karena terlalu sering dilintasi kendaraan kelebihan muatan,” kata Aspan.

Aspan menjelaskan jika aturan ODOL diterapkan akan menjaga jalan tidak cepat rusak karena kendaraan kelebihan muatan tidak diizinkan untuk melintasi jalan.

Terlebih jalan yang dibangun APBD Kabupaten rata-rata kapasitas kendaraan yang lewat untuk tonase maksimum 6 ton.

“Jadi nanti kendaraan kelebihan muatan di denda. Ini sangat membantu jalan agar tidak cepat rusak. Tapi kalau aturan itu belum ada, jadi percuma kita perbaiki jalan, kapasitas jalan kita 6 ton, sementara yang melintas puluhan ton. Penerapannya nanti ini diawasi perhubungan,” sebut tegas Aspan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *