25/10/2021

Sidak Limbah PT Sugun, Ini Temuan Komisi III DPRD Merangin

2 min read

BANGKO- Menindaklanjuti keluhan warga terhadap limbah PT Sumber Guna Nabati (SGN). Komisi III DPRD Merangin melakukan Sidak ke perusahaan sawit yang dikenal dengan nama PT Sugun tersebut, Jumat (13/12).

Sidak yang dipimpin langsung Ketua Komisi III, Mulyadi dan sejumlah anggota Komisi III lainnya yakni Taufik, Helmi, Yuzan, Sukar, Saat Tua Somosir, Nasihin, Asy Syahrul dan Haryanto itu dilakukan dengan melihat kolam oksidasi pengolahan limbah cair hingga pembuangan.

Di lapangan langsung dilakukan uji pH oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan disaksikan anggota Komisi III.

Usai melihat kolam oksidasi pengolahan limbah, Sidak dilakukan di dalam parbrik. Disini ditemukan adanya perusahaan yang belum menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Usai Sidak Mulyadi mengatakan, sidak dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap limbah cair perusahaan PT SGN.

Dari pantauan di lapangan pihaknya melihat perusahaan yang juga dikenal dengan PT Sugun itu sudah melakukan pengolahan limbah sesuai aturan.

“Kita menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait limbah cair dan kita turun langsung melihat kondisinya di lapangan,” kata Mulyadi.

“Ini kita lihat ada 13 kolam pengolahan limbah dan dikolam 13 itu ikan hidup disitu. Tadi juga dilakukan uji pH dan itu juga hasilnya tidak membahayakan. Namun tetap kita minta LH untuk mengambil sampel untuk diuji lagi di laboratorium,” tambah Mulyadi lagi

Namun temuan di lapangan disebut Mulyadi pihaknya melihat perusahaan belum menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Seperti karyawan ada yang tidak menggunakan helm, tidak menggunakan masker dan sepatu dalam lingkungan kerja. Dan itu kita sarankan perusahaan untuk menerapkan sistem K3 terhadap karyawannya,” sebut Mul sapaan akrabnya.

Terkait limbah cair di LT SGN, dikatakan Sutoto Kabid Pengendalian dan Pencemaran DLH berdasarkan pengujian pH bahwa limbah PT SGN tingkat keasaman air baku mutunya masih normal.

Meski demikian, dikatakan Sutoto pihaknya tetap membawa sampel untuk dilakukan uji dilaboratorium.

“Untuk limbah cair hasil pemeriksaan dilapangan menunjukkan angka delapan masih dibawah baku mutu tidak membahayakan,” katanya.

“Untuk hasil lengkapnya bisa dilihat 14 hari kerja, nanti hasilnya kita rekomendasikan,” sebutnya lagi.

Terkait Sidak Komisi III tersebut, dikatakan Agustomo Pimpinan Unit PT SGN bahwa pihak perusahaan berjanji akan selalu kooperatif dan rekomendasi dewan serta LH akan dilakukan pembenahan.

“Kami kooperatif apa pun itu untuk perbaikan kedepan kami akan lakukan, kami juga dari managemen ingin bersinergi dengan masyarakat yang ada disekitar,” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *