28/10/2021

Rusak Aset, Pebersihan Jaringan Oleh PLN Disorot

2 min read

BANGKO -Pembersihan jaringan dari pepohonan yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Bangko, disorot warga. Pasalnya pembersihan jaringan yang dilakukan ikut merusak aset negara.

Seperti halnya yang terjadi dibeberapa titik di jalan protokol di kota Bangko. Dititik tersebut banyak kayu mahoni ikut dipangkas dan digasing sampai mati. Padahal pohon mahoni tersebut ditanam dengan mengunakan anggaran pemerintah, dengan tujuan untuk memperindah kota Bangko.

Masroni, Koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM) mengatakan pemangkasan pohon pelindung dengan tanpa mengunakan shainsaw yang dilakukan PLN bukan lagi pembersihan jaringan. Tapi sudah melakukan perusakan terhadap aset milik negara.

“Seharusnya, PLN tau aturan dalam membersihkan jaringan ditengah kota Bangko ini. Masak, pohon pelindung yang ditanam oleh pemerintah daerah untuk penghijauan kota dipangkas tanpa mengunakan shainsaw (Gergaji),” ungkap Masroni, Senin (10/10).

Parahnya lagi, tambah Masroni, pohon itu tidak hanya dipangkas, tetapi digasing supaya pohon mati. Kemudian, sampahnya ditinggalkan begitu saja, sehingga menjadi pemandangan bak usai dilanda banjir bandang.

“Jadi kalau kita lihat kinerja PLN ini mengambil jalan pintas. Soalnya, jika pohon itu mati tahun depan mereka tidak bekerja dititik yang sama,” ujar Masroni.

Masroni menambahkan, PLN tidak bisa seenaknya melakukan pemangkasan. Apa lagi pohon tersebut ditanam dan dibeli mengunakan uang rakyat.
“Kita tidak melarang pihak PLN membersihkan jaringan listrik. Namun, harus tau aturan tidak semena-mena asal pangkas. Ingat, itu bukan tanah milik manajer PLN,” tegas Masroni.

Masroni, juga meminta Dinas Perumahan Perkotaan dan Kebersihan (DPPK) Merangin, tanggap terhadap hal itu. Jangan terus dibiarkan, apa lagi persoalan tersebut sudah menyita perhatian publik.

“Kadis DPPK seharusnya tanggap. Tapi ini seolah-olah terkesan dibiarkan, Kadis malah terlalu banyak keluar kota,” singkat Masroni.

Sementara, Direktur PLN Wahyu dikomfirmasi terkait mengaku tidak mengetahui jika kayu yang digasing tersebut merupakan aset milik pemerintah.

” Ya, kita akui kalau saat ini ada pembersihan jaringan. Namun, saya tidak tau pihak menggasing kayu yang sudah menjadi aset. Jika demikian, saya akan perbaikai manajemennya,” tuntas Wahyu. (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *