30/06/2022

Reses ke Batam, Hasan Jalil Bersama Mulyadi dan Yani Serap Aspirasi Masyarakat

2 min read

BANGKO- Hasan Jalil, Mulyadi dan Muhammad Yani reses ke Batang Masumai (Batam). Kegiatan diluar masa sidang ini dilakukan di depan kantor camat Batang Masumai, Sabtu (7/12) malam.

Hasan Jalil mengatakan Reses akan dilakukan bergilir ke setiap kecamatan Dapil I tiap tahunnya dan untuk yang pertama ini dilakukan di Kecamatan Batang Masumai.

“Saya bersama Mulyadi dan Yani sepakat untuk pertama ini kita Reses di Batang Masumai,” kata politisi Golkar ini.

Hasan Jalil melanjutkan Reses dilakukan sebagai upaya menyerap aspirasi warga dan hasilnya nanti akan dibawa ke gedung dewan untuk dibahas.

“Selain infrastruktur, masalah kesejahteraan juga jadi masukkan seperti bantuan ternak dan bantun bibit,” ujar Jalil lagi.

Hal yang sama juga dikatakan Mulyadi politisi Golkar yang juga ketua Komisi III DPRD Merangin.

Dia mengatakan perbaikan ruas jalan dari dari Salam Buku hingga Pulau Layang merupakan yang diingikan masyarakat Batang Masumai, selain ada jabatang di Salam Buku.

“Tadi malam banyak yang hadir, baik dari tokoh masyarakat, forum Kades Batang Masumai dan juga hadir Kadis PUPR,” sebutnya.

“Intinya kita mendapat masukkan dari masyarakat dan itu nanti jadi pokok pikiran kita di gedung. Dan nanti kita perjuangkan untuk tahun anggaran berikutnya,” tambah Mulyadi lagi.

Sementara itu Muhammad Yani politisi Nasde yang merupakan putra asli Batang Masumai, mengatakan dalam Reses tersebut bersama anggota dewan lainnya juga mensosialisasikan terkait APBD 2020 yang baru saja disahkan.

Yani sapaan akrabnya juga mengatakan selain infrastruktur masyarakat juga mengusulkan pembangunan bidang lainnya.

“Seperti dibidang pertanian pembukaan jalan usaha tani, dibidang pendidikan pagar SD dan ruang kelas yang masih kurang dan juga tenaga guru yang terbatas. Bidang kesehatan peningkatan pelayanan masyarakat di puskesmas,” sebutnya.

Melalui reses ini yani juga berharap kepada masyarakat jangan sampai menghambat program pemerintah yang sudah kita berjuangkan ini.

“Masayarakat harus aktif mengawasi setiap perkerjaan jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan perkerjaan itu dan dapat menyampaikan kepada kami supaya dapat dicegah dari hal-hal yang tidak berkenan,” sebutnya.

“Terhadap bangunan infrastruktur yang sudah dibangun mari sama kita jaga mengingat masa pembangunan berikutnya cukup lama karena Merangin ini cukup luas 24 kecamatan dan kesemuanya masih membutuhkan infrastuktur,” tuntasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.