28/11/2021

Pungli di Objek Wisata Teluk Wang Meresahkan

1 min read

BANGKO-Pungutan liar (Pungli) di objek wisata Teluk Wang, Kecamatan Bangko Barat, masih saja terjadi dan sangat meresahkan para pengunjung.

Padahal beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin dengan warga, agar tidak lagi melakukan pungutan.

Anggi, warga kota Bangko sangat mengeluhkan adanya aksi Pungli di Teluk Wang tersebut. Ia mengatakan harus membayar dua kali ketika memasuki kawasan wisata yang berada di Desa Biuku Tanjung tersebut.

“Dipintu masuk kita sudah bayar Rp 5 ribu, tetapi saat memarkirkan motor, kita harus bayar lagi Rp10 ribu,” ungkapnya.

Bahkan saat membayar Rp10 ribu tersebut, oknum yang memungutnya enggan memberikan karcis sebagai bukti pembayaran dan terkesan agak memaksa.

“Katanya ini adalah uang keamanan, padahal kita sudah bayar di pintu masuk. Kalau seperti ini jadi engan orang berkunjung,” sesalnya.

Sementara itu Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Mearangin, Jangcik Mohza, dikonfirmasi mengatakan memang aksi pungli sudah lama terjadi di Teluk Wang. Terkait itu juga sudah dilakukan rapat bersama warga dan dipimpin langsung Bupati Merangin, Al Haris.

“Rapat sudah kita lakukan, waktu itu sudah ada kesepakatan agar warga tidak lagi melakukan pungutan liar,” ujar Jangcik.

Terkait masih maraknya Pungli tersebut, Jangcik menegaskan pihaknya lebih menyerahkan persoalan tersebut ke aparat keamanan.

“Kalau memang sudah ada pelanggaran, ya kita serahkan saja ke aparat penegak hukum,” tegasnya.(TM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *