28/10/2021

Oknum DPPK Pungut Kios Pasar Rakyat

2 min read

Bangko – Pemerintah Kabupaten Merangin, sudah mengganggarkan milyaran rupiah untuk membangun kios pasar rakyat yang berada di Eksterminal Truck Kota Bangko.

Namun, beberapa ruang baru kios itu dibangun, sudah terdengar isu Punggutan Liar (Pungli), yang dilakukan petugas Dinas Perumahan Pekotaan dan Kebersihan (DP2K), berinisial BJ (58), terhadap pedagang yang ingin memiliki kios itu. Sementara, Pemkab sendiri belum ada menerima pendaftaran bagi pedagang.

Rata-rata pedagang diminta mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta satu kios, dengan alasan uang muka. Sisanya, setelah kios tersebut, ditempati.

Dipungutnya, sejumlah calon pedagang yang bakal menghuni kios di pasar rakyat tersebut diungkapkan lansung DC (32), seorang pedagang, saat dikomfirmasi dipasar baru Bangko beberapa waktu yang lalu.

“Dia datang ke kami menawarkan, jika ingin kios daftarkan sekarang, untuk uang mukanya, Rp 3,5 juta. Sisanya setelah ditempati,” ungkap sumber bercerita.

DC menyebutkan, sejauh ini, yang meminta uang ke sejumlah pedagang adalah oknum petugas Unit Pelayanan Teknis Pasar (UPTD).

“Dio dewek minta uang kepada kita, katanya itu dari pihak UPTD Pasar. Alasnya lagi, untuk pembayaran nama penunggu Kios,” timpalnya.

Kepala Dinas Perumahan Perkotaan dan Kebersihan Kabupaten Merangin Zulhifni, melalui Kepala UPTD Pasar Fauzi, membantah dan mengatakan bahwa pihakmya tidak pernah menyuruh anggotanya melakukan Pungli terhadap Kios yang dibangun di Eks Termilal Bus Pasar Baru Bangko tersebut.

“Tidak pernah menyuruh pihak UPTD melakukan pemungutan, apa lagi sampai saat ini kita belum pernah menerima pendaftaran pedanggang,” tegas Fauzi.

Sementara itu Sardaini, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Merangin, saat ditanya mengatakan belum ada pendaftaran bagi pedagang, karena, masih tahab pembangunan.

“Kita belum sejauh itu, saat ini dalam proses pembangunan. Untuk diketahui, kami tak pernah melakukan pendaftaran para pedagang, jika ada oknum yang meminta uang, itu jelas penipuan,” tuntasnya.(and)

 

penulis : Andy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *