28/10/2021

Ketua DPRD ke Pengembang Ruko di Bukit Aur, Patuhi Aturan Tidak Ada yang Kebal Hukum

2 min read

BANGKO- Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi bersama Plt Kasat Pol PP dan Kabid Perizinan melakukan sidak ke lokasi pembangunan rumah toko (Ruko) di Bukit Aur atau Depan Rumah Sakit Raudah, Sabtu (16/11) siang.

Herman Efendi mengatakan pembangunan Ruko tersebut tidak sesuai dengan izin yang telah dikeluarkan pemerintah daerah.

“Prosedur dilapangan disalahkan pengembang ruko ini, izin dua lantai dinaikkan menjadi tiga lantai, perizinan mengeluarkan izin 15 pintu dibangun 17 pintu, ini menyalahkan lagi. Atas temuan ini saya akan surati Bupati untuk memberi teguran,” kata Fendi.

Fendi menegaskan harus ada tindakan dari Pemda agar para pengembang lain tidak mengikuti jejak pengembang yang ia nilai salah itu. Bahkan Fendi menyebutkan pengembang Ruko di Bukit Aur itu dalam bahasa jawa “ngengkelan”.

“Yang punya bangunan ini, kalau bahasa Jawa-nya ngengkelan,” sebutnya.

Fendi juga mengatakan agar pengembang patuh dan taat kepada aturan yang dikeluarkam pemerintah kabupaten Merangin.

“Pengembang patuh dan taat kepada aturan, tidak ada yang kebal hukum di Merangin ini. Makanya saya secepatnya akan surati bupati minta hentikan pekerjaan ini, sebelum izinnya dipenuhi, jika tidak maka saya rekomendasi bongkar,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Perizinan, Dadang Hikmatullah membenarkan bahwa pemerintah saat ini hanya mengeluarkan izin untuk dua lantai dan 15 pintu.

“Ternyata sudah dibangun tiga lantai dan 17 pintu, dilihat dari posisinya juga sudah jauh kebelakang dan berbeda dari gambar yang ia ajukan. Langkah kita ya memberi teguran,” ujarnya.

Terkait itu Plt Kasat Pol PP Merangin, Reguel Hasandaan mengatakan pihaknya telah memberi tiga kali peringatan terkait dengan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kami sudah beri peringatan kepada yang bersangkutan, sudah tiga kali, ya memang dasar pengembang ini bandel, saya terima kasih mendapat support dari ketua dewan untuk nanti bertindak,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *