28/11/2021

Ini yang Menyebabkan Rendahnya Serapan Anggaran di Merangin

2 min read

BANGKO-Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Merangin hingga akhir September, masih sangat rendah. Seharusnya sudah diatas 80 persen, namun nyatanya baru terserap 60,66 persen.

Darhimah, Kabid Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Merangin mengatakan ada kebiasaan terhadap belanja langsung selama ini, dimana sering kali pencairan pekerjaan fisik dilakukan mendekati akhir tahun atau pihakn rekanan melakukan pencairan sekaligus setelah pekerjaan selesai.

Dan itu sebenarnya menjadi penyebab rendahnya serapan anggaran. Jika setiap kegiatan mengikuti prosedur dan pencairan awal setelah tanda tangan kontrak, tentu itu akan mendongkrak realisasi anggaran.

“Kita tidak mengatakan siapa yang salah. Namun ada kebiasan kita selama ini. Sering kali pencairan itu dilakukan setelah pekerjaan selesai. Tanpa pencairan awal sebesar 30 persen, kalau banyak paket proyek seperti itu tentu sangat mempengaruhi serapan anggaran,” katanya.

“Ini malah banyak terjadi ditingkat kontraktor paket kecil. Pekerjaan mengunakan dana sendiri, setelah selesai semua baru mengajukan pencairan. Kalau kontraktor besar, justru setelah kontrak langsung pencairan awal, karena mereka membutuhkan dana besar,” tambah Darhimah lagi.

Selain itu, lambahnya kesepakatan kontrak atau pekerja di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga mempengaruhi serapan anggaran. Bahkan ada yang baru bekerja pertengahan tahun.

“Itu kebiasan kita yang salah kerja dari dulu. Seharusnya Januari atau Feberuari itu sudah ada kesepakatan kontrak dan Juli pekerjaan sudah selesai,” ujarnya.

Terkait belanja langsung ini, lanjut Darhimah, sudah sering kali pihanya mengingatkan ke SKPD. Pihanya sudah menyurati agar SKPD mempercepat serapan anggaran.

“Sudah disurati ke SKPD, sudah diangatkan. Penundaan transfer tahun ini menjadi pelajaran bagi semuanya. Dampaknya sangat banyak dan selema ini belum pernah merasakan dampak dari defisit anggaran,” tuturnya.(TM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *