26/05/2022

Ini Penjelasan PUPR Merangin Terkait Jembatan Pamenang dan Lubuk Bumbun

2 min read

BANGKO- Isu yang merebak adanya ketidakberesan dalam penanggaran dan pengalokasikan kegiatan pembangunan jembatan ditepis Pemerintah Kabupaten Merangin. Hal itu terkait dengan pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Pamenang dan Jembatan di Desa Lubuk Bumbun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Merangin, Aspan. Selaku pihak pemerintah yang membidangi hal tersebut ia menjelaskan jika tidak ada kegiatan yang sudah dialokasikan tapi tidak dilaksanakan. Dia mencontohkan untuk kegiatan pembangunan jembatan di Pamenang, kegiatan itu dilakukan pembahasan anggaran pada tahun 2016.

Berdasarkan itu alokasi kegiatan dilakukan dengan APBD Merangin pada item Rehabilitasi Jembatan Gantung  Sungai Merangin Dusun Tuo Kelurahan Pamenang. Kegiatan itu dilaksanakan dengan anggaran Rp 500 Juta, setelah dilakukan lelang tertera di DPA dengan nilai kontrak Rp 497.400.000,-. Berdasarkan hasil lelang, pembangunan jembatan itu dilaksanakan oleh CV Tonggak Persada.

“Jadi apa yang dikatakan, sudah ada di DPA tapi tidak dilaksanakan itu tidak benar sama sekali. Kegiatan itu sudah dialokasikan dan selesai dikerjakan,” sebut Kadis PUPR Merangin.

Bagaimana dengan kegiatan rehab pembangunan jembatan Lubuk Bumbun seperti apa yang disampaikan masyarakat? Diuraikan Aspan, bahwa awalnya Bupati Merangin melalui Dinas PUPR Merangin sudah melakukan kordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional Wilayah IV Jambi sejak 2018 lalu. Alhasil pada berdasarkan kordinasi tersebut pihak Balai langsung memprioritaskan kegiatan dan masuk dalam Renja. Selanjutnya, pada tahun 2019 akhir, pihak Balai menginformasikan jika kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2020. Kemudian diuraikan Kadis PUPR, pada Januari 2020, pihak Balai langsung melakukan survey dan melakukan kajian perencanaan kontruksi fisik.

“Maka kami meminta kepada masyarakat agar bersabar karena ini punya proses dan dipastikan kegiatan ini akan dibangun melalui APBN dengan alokasi dari pihak Balai Jalan Nasional Wilayah IV Jambi,” urainya.

Lantas kapan pelaksanaan kontruksi fisik jembatan tersebut? Disampaikan Aspan, awalnya kegiatan itu akan dilaksanakan pada April tahun 2020. Pasalnya pihak Balai merencanakan semua kegiatan dilaksanakan pada April. Namun diketahui terjadinya musibah bencana non alam Covid-19.

“Maka ada beberapa kegiatan yang dilakukan peninjauan ulang ataupun dilakukan relaksasi dan singkronisasi anggaran. Kondisi ini membuat pihak Balai sedikit terhambat. Tetapi ini tetap menjadi prioritas. Mohon masyarakat bersabar, terjadinya penundaan ini karena Covid-19 ini,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.