26/01/2022

Ikut PON 2020, Hamzah Cetak Sejarah Bagi Taekwondo Merangin

2 min read

BANGKO- Selain sebagai benteng diri, prestasi juga merupakan capaian yang selalu diimpikan oleh insan yang berlatih bela diri.

Seperti halnya yang saat ini sedang diperjuangkan atlit muda taekwondo merangin, Muhammad Wijaya Hamzah. Dia berhasil meraih tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 di bumi Cendrawasih, Papua.

Capaian Remaja yang pada 2020 menginjak umur 17 tahun, kelahiran Desa Kungkai, Kecamatan Bangko ini, ternyata juga mencetak sejarah bagi taekwondo Merangin. Pasalnya sejak ilmu bela diri satu ini hadir di Merangin, baru kali ini ada atlit taekwondo Merangin berprestasi sampai ke PON.

Doni Fadila, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia Kabupaten Merangin, mengatakan dipra PON yang digelar di Stadion Indoor Sport Center Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten 27-29 September 2019 lalu, Hamzah masuk zona A yang meliputi 12 provinsi.

“ketika pra PON Hamzah turun dikelas under 54 Kg putra, masuk Zona A meliputi 12 provinsi, zona ini merupakan zona neraka karena kualitas para atlitnya masuk atlit papan atas di Indonesia, seperti dari Jawa barat, Riau, dan sebagainya,” kata Doni Fadila.

Meski berada di grup neraka, remaja yang akrab disapa Hamzah ini, berhasil membawa pulang mendali perunggu. Atas capaian ini, Hamzah akhirnya tercatat sebagai salah satu peserta yang akan berlaga diajang bergensi tingkat nasional.

“Untuk PON di Papua Pengprov taekwondo Jambi berhasil meloloskan enam atlit, tiga putra tiga putri, satu diantaranya ialah Hamzah yang merupakan atlit dari Merangin,” jelas Doni Fadila.

Hamzah dijelaskan Doni telah berkali-kali ikut pertandingan dan meraih berbagai juara, diantaranya kejuaraan Proprov Desember 2018 lalu. Hamzah turun di kelas 63 Kg dengan raihan medali perunggu dan laga ini ia langsung berhadapan dengan atlit Pelatnas asal Bungo.

“Target utama kita waktu itu memang bukan medali, tetapi jam terbang Hamzah”, tambahnya.

Doni juga mengakui keterbatasan pendanaan, terutama dalam hal pembinaan altit yang menurutnya secara materi belum pernah mengucur dari pemerintah daerah selama ia menjabat ketua Cabor Taekwondo.

“Jujur sejak 2016 taekwondo Merangin memang hidup mandiri, tidak pernah ada bantuan dana pembinaan dari pemerintah, kami berharap dengan prestasi yang di ukir Hamzah, ada perhatian lebih dari pemerintah,” harap Doni.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.