26/05/2022

Harga Minyak Goreng Selangit, Al Haris: Akan Kita Laporkan ke Menteri Untuk Cari Jalan Keluar

2 min read

JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris mengadakan Rapat bersama Distributor Minyak Sayur dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Video Conference Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (24/02).

” Hari ini saya mengundang pelaku usaha dibidang minyak sayur yaitu distributor dan produsen minyak sayur, salah satunya produk minyak sayur merk Vipco yang merupakan minyak sayur produksi Jambi guna menyikapi tingginya harga minyak sayur saat ini,” ujar Al Haris.

Poduksi minyak sayur Vipco ini, lanjut Al Haris, mencapai 96 ribu liter perhari atau sekitar lebih kurang 8 ribu dus minyak sayur. Kebutuhan konsumsi minyak sayur di Provinsi Jambi sekitar lebih kurang 830 ribu liter perminggu, yang berarti dengan satu perusahaan saja sudah bisa mencukupi kebutuhan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Provinsi Jambi.

” Saya pastikan persediaan minyak sayur di Provinsi Jambi cukup memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Jambi. Penyebab dari naiknya harga minyak sayur secara signifikan dalam beberapa waktu belakangan terakhir adalah karena pemerintah tidak lagi memberikan subsidi kepada produsen minyak sayur,” tambah Al Haris.

Harga Eceran Tertinggi (HET),minyak sayur saat ini, lanjut Al Haris, sebesar Rp.14.000,- , dengan harga sekarang para produsen mengeluh karena keuntungannya sangat kecil sekali, bahkan bisa mengalami kerugian karena tidak sesuai dengan harga produksi.

“Ini terjadi karena mulai dari Tahun 2022 para produsen tidak lagi menerima subsidi dari pemerintah yang mana pada tahun sebelumnya pemerintah memberikan subsidi lebih kurang Rp.7,6 triliun dan ini sangat membantu para produsen, papar Al Haris lagi.

Untuk memgatasi hal ini, sambung Al Haris, Pemerintah Provinsi Jambi akan segera melaporkan persoalan ini kepada Menteri Perdagangan untuk menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan terkait HET minyak sayur.

“Bapak Menteri Perdagangan RI, besok akan datang ke Jambi, sehingga kami bisa menyampaikan persoalan ini secara langsung. Kita harapkan adanya evaluasi dan pertimbangan, sehingga kedepannya bisa terjadi perubahan yang membantu para produsen minyak sayur,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor/Rafik
Sumber/Kominfo Provinsi Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.