12/08/2022

Gubernur Jambi Al Haris Letak Batu Pertama Kelenteng Agung DCD

2 min read

JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris meletakkan batu pertama pembangunan Kelenteng Agung Da Cheng Dian (DCD), di komplek perumahan Citra Raya City, mendalo darat Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (20/02/).

Hal itu, kata Al Haris, bentuk partifasi Pemerintah Provinsi Jambi guna mendukung pembangunan tempat ibadah yang salah satu bagian dari upaya dalam mencetak generasi berakhlak mulia. Selain itu, keberadaan Kelenteng ini, juga rumah ibadah dan merupakan kebutuhan bagi setiap umat beragama.

“Pembangunan kelenteng dan rumah ibadah lainnya, terutama yang
dilakukan atas peran serta masyarakat dan pihak swasta, mencerminkan besarnya kesadaran masyarakat dalam beragama. Atas prakarsa dan swadaya masyarakat jumlah tempat ibadah terus bertambah, sehingga
kita semua berharap setiap umat beragama akan semakin mudah dan merasa nyaman dalam melaksanakan ibadahnya,” ujar Al Haris.

Al Haris meminta, Kantor Wilayah Agama Provinsi Jambi untuk mendata dan memastikan semua keadaan rumah ibadah yang ada di Jambi mulai dari Agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu. Hal tersebut agar Pemerintah Provinsi Jambi tau dan bisa memfasilitasi umat beragama serta menjamin keamanan serta kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Gemilang Cahaya Kebajikan dan semua
pihak, atas prakarsa, peran serta, dan kontribusinya dalam pembangunan Kelenteng Agung Da Cheng Dian, serta kedepannya nanti disini akan dibangun pusat budaya dan pendidikan
agama Konghucu serta pendidikan bahasa mandarin, kata Al Haris.

Lebih lanjut Al Haris menuturkan, seiring jumlah masyarakat pemeluk agama Konghucu yang semakin bertambah, Pemerintah mendukung pembangunan tempat ibadah guna
memperkuat budaya agama sehingga kerukunan antar umat beragama di Provinsi Jambi bisa terwujud.

“Semoga pembangunan Kelenteng Agung Da Cheng Dian ini bukan semata-mata pembangunan fisik infrastruktur, tetapi lebih pada bagian dari upaya pembangunan akhlak
dan karakter masyarakat melalui agama, khususnya bagi umat Konghucu di Provinsi Jambi.

“Selaras dengan cita-cita peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah, selain sebagai sarana ibadah peran Kelenteng dan juga rumah ibadah lainnya dapat dijadikan tempat
pendidikan keagamaan, pendidikan moral/etika, pusat sosial dan ekonomi serta ikon

Sedangkan, ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Xs. Budi Santoso Tanuwibowo menegaskan kembali semangat persatuan dan kebhinnekaan perlu dijaga.

“Kelenteng ini, selain sebagai tmpat beribadah sebagaimana mestinya, namun juga dapat difungsikan untuk kegiatan-kegiatan yang bernuansa sosial ekonomi ataupun sosial budaya
lainnya,” tandasnya.(*)

Penulis/Editor/Rafik
Sumber/Kominfo Provinsi Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.