25/06/2022

Gubernur Al Haris Brida Dapat Maksimalkam Potensi Daerah

2 min read

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida-red) diharapakan mampu menyumbangkan ide membangun, karena ini merupakan salah satu upaya Pemerintah meningkatkan pendapatan daerah, khususnya bagi Provinsi Jambi.

Hal itu dikatakan Gubernur Jambi Al Haris saat mengikuti Kick Off dan Talk Show Pembentukan Brida, yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung B.J Habibie Badan Riset dan Inovasi Nasional RI, Jakarta Pusat, Rabu (20/04).

Acara yang mengangkat tema Brida untuk Percepatan dan Daya Saing Inovasi Daerah tersebut, berjalan dan sukses.

“Pemerintah Provinsi Jambi kedepannya akan membentuk BRIDA ini sesuai arahan dari Pemerintah Pusat, yang nantinya bertujuan untuk lebih meningkatkan pendapatan daerah sehingga setiap daerah lebih bersaing lagi nantinya dalam hal riset dan inovasi,” ujar Al Haris.

Al Haris menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi akan mempersiapkan diri dalam pembentukan BRIDA nantinya, mulai dari sumber daya yang ada, pengembangan riset dan inovasi yang seperti apa serta kesiapan berbagai program yang ada.

“Kita mengharapkan, dengan hadirnya BRIDA di Provinsi Jambi nantinya lebih membangkitkan ekosistem riset dan inovasi dengan segala potensi yang kita miliki saat ini. Kita akan menyesuaikan dengan potensi yang ada.

” Saya melihat ini berdasarkan nomenklaturnya sangat komplit sekali dalam upaya mengembangkan riset dan inovasi disetiap daerah, karena mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai kepada evaluasi ada pada BRIDA, sehingga akhirnya nanti menjadi role model ditengah tengah masyarakat, sambung Al Haris.

Al Haris mengharapkan, Provinsi Jambi dapat lebih menggali potensi yang ada sehingga bisa melakukan berbagai riset dan berbagai inovasi. Tujuannya agar Jambi lebih maju.

Sedangakan, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI, Dr.Laksana Tri Handoko,M.Sc., mengatakan pembentukan BRIDA merupakan amanat dari Undang Undang nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dimana untuk memastikan penguatan riset dan inovasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Riset dan Inovasi menjadi kunci dalam mencegah Indonesia terjebak dalam fenomena middle income trap atau jebakan kelas menengah, karena dengan riset dan inovasi yang lebih baik lagi, Indonesia Maju 2045 bisa tercapai. Saya mengharapkan BIDA dapat berperan sebagai penghubung berbagai pihak untuk memperkuat riset dan memanfaatkan inovasi hasil riset,” papar Handoko.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian menuturkan dalam mengambil sebuah kebijakan sangat penting sekali berdasarkan hasil riset dan data, sehingga lembaga riset menjadi sangat penting, terutama di daerah daerah untuk membantu setiap Kepala Daerah.

“Setiap Kepala Daerah harus memiliki mindset yang berbasis data selaku pengambil kebijakan. Saya mengharapkanm BRIDA ini menjadi landasan ketika seorang Kepala Daerah membuat kebijakan serta mendorong untuk memprioritaskan riset yang sesuai dengan kebutuhan daerah masing masing,” tuturnya. (*)

Penulis/Editor/Rafik
Sumber/Kominfo Provinsi Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.