26/05/2022

Gubenur Jambi Al Haris Kembali Ukir Prestasi, Kali Ini Penghargaan Baznas Award 2022

2 min read

JAKARTA –  Gubernur Jambi Al Haris kembali menerima penghargaan, setelah sebelumnya bertubi tubi meraih penghargaan.

Kali ini, ia kembali di nobatkan sebagai penerima penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Award 2022, kategori Gubernur Pendukung Gerakan Zakat Indonesia di Golden Ballroom The Sultan Hotel dan Residence Jakarta Pusat, Senin (17/01).

Ada 12 (dua belas) Provinsi yang meraih penghargaan Baznas Award 2022 dengan kategori Gubernur Pendukung Gerakan Zakat Indonesia 2022 yaitu sebagai berikut, 1).Jambi, 2).DKI Jakarta, 3).Jawa Barat, 4).Jawa Tengah, 5).Jawa Timur, 6).Aceh, 7).Sumatera Utara, 8).Sumatera Barat, 9).Sumatera Selatan, 10).Riau, 11).Bengkulu, dan 12).Kalimantan Timur.

Al Haris mengatakan, zakat telah menggerakkan kesadaran masyarakat dalam berbagi rejeki kepada yang membutuhkan, dan meningkatkan kepedulian sosial serta solidaritas saling berbagi antar sesama. Dan penyalurannyapun  terstruktur melalui program yang ada di Baznas dalam upaya membantu permasalahan dan memperkuat ekonomi umat.

” Pemerintah Provinsi Jambi pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022 telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Baznas Provinsi Jambi terkait Pengumpulan Zakat, Infaq, dan Shadaqoh pada lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, sehingga para Aparatur Sipil Negara (ASN) menyalurkan zakatnya ke Baznas melalui Bank 9 Jambi,.

” Tujuan dari MoU bersama Baznas Provinsi Jambi ini, sambung Al Haris, guna mengintensifkan bantuan amil zakat dari ASN Pemerintah Provinsi Jambi, sehingga dapat membantu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi dan meningkatkan pemerataan pembangunan serta mengurangi ketimpangan sosial,” ujar Al Haris.

Al Haris menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi memiliki potensi zakat yang luar biasa dari para ASN yang jumlahnya lebih kurang 11.800 orang, sehingga perkiraan dalam satu bulan bisa mengumpulkan zakat sebanyak lebih kurang Rp.1,6 miliar dengan asumsi wajib zakat 2,5% sebesar Rp.150 ribu rupiah. Potensi tersebut baru dari sektor Pemerintah Provinsi Jambi, belum termasuk potensi dari pihak swasta maupun perorangan yang pasti lebih besar lagi.

” Kedepannya akan membuat regulasi yang kuat dalam upaya memaksimalkan potensi zakat yang ada melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur. Kita akan mengajak masyarakat Jambi untuk membayar zakat melalui Baznas, tambah Al Haris.

Al Haris mengharapkan, pengelolaan dan pemanfaatan zakat dapat berupa bentuk zakat produktif sebagai cikal bakal pemberdayaan dan kebangkitan ekonomi umat dalam rangka mewujudkan masyarakat Jambi yang madani dalam upaya menekan dan mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jambi.

Penulis/Editor/Rafik

Sumber/Kominfo Provinsi Jambi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.