21/10/2021

DPRD Fasilitasi Hearing Pemkab Merangin dan Pedagang Korban Kebakaran

2 min read

BANGKO- DPRD Merangin fasilitasi hearing Pemkab Merangin dengan pedagang korban kebakaran terkait lokasi berjualan, Selasa (21/09/2021).

Puluhan pedagang korban kebakaran ini mengadukan nasib mereka yang tidak punya tempat untuk berjualan kembali, karena lokasi sebelumnya tidak dibolehkan untuk berdagang.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, kami minta diberikan solusi untuk bisa berdagang kembali,” kata Darul Khotni perwakilan pedagang.

Tidak jauh berbeda juga dikatakan Rita perwakilan pedagang lainnya, mereka mengharapkan solusi yang cepat dari pemerintah daerah dan diberikan lokasi berjualan yang mudah diakses pembeli.

“Kami sebenarnya berterima kasih kepada Pemerintah daerah sudah menawarkan tempat pasar rakyat dan pasar tipe B di Pasar Baru. Persoalannya kami ini pedangang kecil yang mengharapkan rezeki dari orang yang tidak sengaja lewat, sementara tempat yang ditawarkan itu lokasi agak masuk kedalam. Jadi kalau bisa kami diberikan lokasi yang mudah dijangkau pembeli,” ujar Rita.

Terkait itu, Pj Sekda Merangin Fajarman meminta waktu satu minggu kepada pedagang korban kebakaran untuk mencari lokasi yang tepat untuk puluhan pedangang tersebut.

“Kami sangat memahami keinginan saudara-saudara kita ini, beri waktu kami seminggu untuk hal ini. Segera saya bahas dengan OPD terkait, nanti malam kami rapatkan,” kata Fajarman.

Fajarman menjelaskan terkait lokasi pedagang perlu dilakukan analisa dan kajian supaya tidak menimbulkan pesoalan baru nantinya.

“Kami perlu mengkaji supaya ini tidak pindah-pindah lagi nantinya. Saya janji tidak lama awal Oktober nanti sudah ada hasilnya, jadi ini perlu kami bahas karena kita juga dibatasi koridor hukum juga,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Merangin, Kausari mengatakan pihaknya memfasilitasi antara pedagang dengan Pemkab Merangin. Kausari mengatakan dari hari pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Pemkab meminta waktu satu minggu untuk melakukan analisa atau kajian terkait tempat pedagang berjualan.

“Hari ini kita memanggil Pemkab Merangin beserta OPD terkait yang mengurus pasar.
Keluhan warga kita dengar dan ada kesepakatan Pemkab akan melakukan analisis dan kajian terhadap beberapa opsi kalau dipindahkan tempat lain pedagang minta yang aksesnya mudah,” kata Kausari.

“Kalau masih lokasi semula, kita bicara regulasi apakah memungkinkan atau tidak kita bangun disana, kalau dibangun dikaji tata ruang dan keindahan, tidak asala bangun. Mereka (Pemkab) meminta waktu satu Minggu, awal oktober ada keputusan,” sebut Kausari lagi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *