28/11/2021

Dituding Otoriter dan Tebar Ancaman, Ini Jawaban Kapus Rantau Panjang

2 min read

BANGKO- Kepala Puskesmas (Kapus) Rantau Panjang, Perdana Setia Handayani angkat bicara terkait tudingan dirinya disebut otoriter dan selalu tebar ancaman mutasi pada bawahannya.

Tudingan itu disampaikan puluhan pegawai Puskesmas Rantau Panjang saat mengadu terkait kepemimpinan Kapus Rantau Panjang ke DPRD Merangin, Selasa (5/5) siang.

Perdana Setia Handayani membatah jika dirinya otoriter dan selalu menebar ancaman mutasi kebawahannya. Dia mengatakan ada muatan politis ingin melengserkan dirinya dibalik aksi yang dilakukan puluhan bawahannya itu.

“Mungkin ada kesalah pahaman selama ini kareno waktu sayo dilantik tu memang terjadi pro dan kontra, maklum kan saya mantan staf juga disitu, ternyata saya diberi amanah oleh Bupati dilantik menjadi Kapus. Mungkin mereka tidak suka sama saya karena tidak sesuai kinerja saya, namun saya tetap bekerja untuk memperhatikan masyarakat, bekerja sesuai tupoksi saya sebagai Kapus karena saya sudah diberikan amanah oleh Bupati saya jalankan sampai saat ini,” kata.

“Tidak benar saya tidak otoriter, saya selama ini memanggil staf satu per satu, saya bilang bekerjalah sesuai Tupoksi anda, jangan krusak krusuk karena saya Kapus disini ikutilah aturan saya selagi itu benar ikuti tapi kalau itu menyimpang tolong tegur saya,” tambahnya lagi.

Terkait ancaman mogok kerja, disebut Yani sapaan akrabnya bahwa itu tergantung yang bersangkutan. Namun dirinya tetap berpendirian sudah bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai Kapus.

“Kalau mogok kerja itu kembali ke mereka, yang jelas saya bekerja sesuai Tupoksi saya, yang jelas intinya orang itu ingin menolak saya sebagai Kapus, saya selama ini tidak pernah melenceng dari tupoksi saya. Mungkin mereka ada kepentingan, mungkin ingin melengserkan saya, ingin mengantikan saya, tapi itu kembali ke Bupati,” sebutnya.

Dirinya juga membatah intimidasi dan ancaman pada bawahannya, Ia menjelaskan sebagai Kapus bertanggung jawab terhadap sistem kerja Puskemas dan berupaya merangkul semuanya untuk memajukan Puskesmas Rantau Panjang.

“Saya mengancam-ngancam tidak ada, saya disitu Kapus bertangung jawab, kalau anak-anak itu tidak mau bekerja itu kan tidak mau bekerjasama dengan saya, terus saya bilang kalau tidak mau bekekerja sama dengan saya ya saya bersedia mengeluarkan rekomendasi, saya bilang begitu. Dari pada kita mempertahankan orang yang merusakan sistem lebih baik kita ganti saja dengan orang lain tujuan saya ingin memajukan puskesmas rantau panjang. Karena kita digaji untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

“Masalah jasa BPJS itu sudah kita rapatkan, itu kita bikin kesepakatan ternyata ada satu orang tidak mau istilahnya menyumbangkan uang untuk Puskesmas, itu gunanya mana tau nanti bikin cuci tangan atau yang tidak ada dalam DPA itu bisa digunakan untuk itu,” tambahnya lagi.

Diberitakan sebelumnya puluhan pegawai puskesmas Rantau Panjang Tabir adukan kinerja Kepala Puskemas (Kapus), Perdana Setia Handayani ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Mereka menyebutkan Kapus bekerja otoriter dan selalu menebar ancaman mutasi ke bawahan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *