26/05/2022

Bakar Dua Dompeng di Jalur Dua, Ketua DPRD: Ini Sudah Merusak Fasilitas Umum

2 min read

BANGKO- Aktivitas PETI di Merangin hingga saat ini masih sulit dihentikan, bahkan aktivitas pertambangan ilegal tersebut sudah terang-terangan dilakukan di wilayah kota Bangko.

Terkait itu Ketua DPRD Merangin Herman Efendi bersama Wakapolres Merangin Kompol Eddy Inganta, Polsek Bangko, anggota Kodim 0420 Sarko dan PLT Kasat Pol PP Merangin melakukan operasi PETI di jalur dua di lingkungan Mensawang, Kelurahan Dusun Bangko, Sabtu (16/11) siang.

Namun setibanya di lokasi Ketua DPRD berserta rombongan tidak menemukan ada pekerja PETI, meski ada dua unit dompeng kokoh berdiri.

Agar tidak ada lagi aktivitas PETI dilokasi tersebut dua unit dompeng dirobohkan Ketua DPRD beserta rombongan dan selanjutnya dua asbuk dibakar.

Herman Efendi usai operasi mengatakan operasi PETI kali ini sudah kberoordinasi dengan Kapolres, Dandim dan Kasat Pol PP Merangin.

Dan di lapangan pihaknya menemukan aktivitas PETI yang sudah mengancam jalan umum dan juga ada satu tiang listrik yang roboh.

“Kita bersama-sama, saya berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim dan Kasat Pol PP kami turun untuk melihat aktivitas PETI dan yang kami lihat aktivitas ini berdampak terhadap jalan yang longsor, ini harus kita cegah,” kata Herman Efendi.

Fendi juga mengatakan pihaknya memberikan peringatan kepada pelaku PETI untuk mengosongkan lokasi tersebut dari aktivitas ilegal tersebut.

“Dan kita juga mengasih peringatan tiga hari agar tidak ada lagi aktivitas PETI dan ini akan kita cek lagi, apa bila ada aktivitas peti baru dilakukan penindakan kita amankan kita tangkap diproses pihak Kepolisian,” sebutnya.

“Saya ketua DPRD menghimbau masyarakat, khusus pekerja Peti menghentikan aktivitas peti di jalur dua ini, karena ada aset jalan dan tiang PLN yang roboh ini sudah kelewatan, mari kita sama mengawasi apa lagi ini dalam kota,” tambahnya lagi.

Terkait ada dua asbuk yang dibakar, Fendi mengatakan pihaknya masih menyisakan mesin yang digunakan untuk PETI.

“Untuk mesin kita masih memberi kesempatan untuk membawa kembali dari lokasi Peti,” sebutnya.

Sementara itu Wakapolres Merangin, Kompol Eddy Inganta juga menegaskan agar tidak ada lagi aktivitas PETI dilokasi tersebut.

“Kita harapkan dengan siapa saja yang terlibat dalam proses Peti dekat fasilitas umum agar tidak lagi beraktivitas. Kita beri peringatan tiga hari untuk meninggalkan lokasi ini,” sebut Wakapolres.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.