21/10/2021

Al Haris Minta Polres Tangkap dan Penjarakan Penjual TNKS

2 min read

BANGKO–Aktivitas perabahan hutan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) oleh pendatang semakin memprihatinkan. Terkait hal ini Bupati Merangin, Al Haris, meminta pihak berwajib mengusut dan menangkap penjual, serta pelaku perambahan taman nasional tersebut.

“Saya secara tegas meminta kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Polres Merangin untuk mengusut dan menangkap orang yang menjual lahan TNKS ini, tetapkan tersangkanya dan sampai kemeja hijau,” tegasnya.

“Biar ini nantinya menjadi efek jera bagi masyarakat yang berani menjual lahan TNKS. Dan juga para pendatang ini juga akan berpikir lagi untuk membeli lahan TNKS,” tambah Al Haris, saat menggelar rapat terkait perambah di TNKS bersama Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga, DPRD Merangin dan Polisi Kehutanan (Polhut).

Al Haris, melanjutkan pemerintah daerah siap mendukung pihak berwajib menertibkan pelaku perambahan di areal TNKS.

“Kita pemerintah siap menyiapkan dana untuuk operasional operasi ini dan tim ini harus segera bergerak,” ujarnya.

Al Haris juga menyebutkan, jika masyarakat telah melakukan aksi pengusiran terhadap para perambah, seperti yang terjadi di Desa Renah Alai, Senin (7/11). Sebab bentuk masyarakat tidak mau kalah dengan pendatang yang mayoritas berasal dari Sumatera Selatan, Bengkulu dan daerah lainnya.

“Kita juga minta para Kades aktif dalam kegiatan ini. Pertama Kades menegur para pendatang ini, jika masih juga maka tim akan turun, dan kades harus aktif dalam operasi ini,” tuturnya.

“Personil kita hanya sedikit, kita berharap para Kades dan penduduk untuk bersama-sama dalam operasi menyelesaikan masalah ini. Tetapi dengan catatan jangan anakrkis,” tambahnya lagi.

Terkait aksi perambahan hutan yang masuk wilayah Desa Renah Alai, Jangkat baru-baru ini,  Bupati meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan memproses orang yang menjadi penjual lahan TNKS itu.

“Saya sudah meminta kepada pemerintah daerah asal pendatang ini, untuk tidak mengeluarkan surat pindah secara resmi lagi. Dan saya juga sudah meminta bantuan Pak Gubernur untuk memfasilitasi pertemuan dengan gubernur pendatang ini,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Merangin, Munggaran Kartayuga, juga menegaskan akan memproses para perambah hutan dan penjual hutan Negara.

“Karena ini jelas menyalahi hukum dan Undang-Undang yang berlaku. Dan ini akan kita proses,” tegasnya.(TM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *