25/06/2022

Al Haris Ikuti Tradisi Sedekah Payo di Desa Sarang Burung Simpang Lima Muaro Jambi

2 min read

MUARO JAMBI – Sedekah payo atau turun ke sawah memiliki nilai positif bagi masyarakat dalam menjaga kearifan lokal, serta mengajarkan gotong royong, kepedulian sosial, bermusyawarah dalam mengambil keputusan, dan berdoa sebelum menanam padi.

Hal itu disampaikan Gubernur Jambi Al Haris saat menghadiri Sedekah Payo, di Desa Sarang Burung Simpang Limo Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (22/02).

” Saya sangat mengapresiasi tradisi khas yang sangat positif bagi masyarakat sedekah Payo di Desa Sarang Burung dan Simpang Limo ini. Kegiatan ini memiliki makna bahwa petani telah memberikan berkah yang luar biasa, tak hanya hasilnya bisa dinikmati untuk keberlangsungan hidup manusia, namun juga keindahan sawah dapat memberikan ketenangan dan kesejukan bagi jiwa manusia,” ujar Gubenur Jambi Al Haris.

Dalam kegiatan ini sambung Al Haris doa bersama yang dilakukan masyarakat merupakan tradisi warisan dari nenek moyang, guna melestarikannya proses penanaman padi di sawah.

“Kegiatan ini mencerminkan perhatian kita terhadap tradisi yang sangat positif dari orangtua terdahulu yang tentunya ini juga untuk kebaikan bagi masyarakat semua.Terlebih lagi sebelum melakukan Sedekah Payo terlebih dahulu melakukan musyawarah, tambah Al Haris.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Al Haris, sangat mendukung Sedekah Payo, dan siap membantu memfasilitasi kelompok tani melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi. Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota memberikan perhatian besar untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan, terutama swasembada beras, karena petanilah merupakan ujung tombak dalam mewujudkan swasembada beras.

“Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat Jambi  sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Jambi yaitu Visi Jambi MANTAP (Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah dan Profesional) dibawah Ridho Allah Subhanahu Wa Taala, dengan misi kedua Memantapkan Perekonomian Masyarakat dan Daerah,” kata Al Haris lagi.

Tahun ini Pemerintah Provinsi Jambi mulai menggelontorkan Dua Miliar Satu Kecamatan (DUMISAKE), hal itu untuk membantu permasalahan yang ada di desa misalnya untuk normalisasi sungai, pembangunan infrastruktur desa dan lainnya.

” Kita juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengganti lahan persawahan yang ada menjadi lahan sawit. Produksi pertanian seperti sawah contohnya di Desa Sarang Burung Simpang Lamo terus meningkat, dan itu bisa membantu swasembada beras di Provinsi Jambi,” tukasnya. (*)

Penulis/Editor/Rafik
Sumber/Kominfo Provinsi Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.