25/10/2021

Usir Perambah, Warga Renah Alai Berjaga dengan Senjata Tajam

1 min read

BANGKO-Perambahan hutan di wilayah Kecamatan Jangkat dan Lembah Masurai yang dilakukan warga pendatang makin marak.

Dan hal ini sudah sangat meresahkan warga.  Apa lagi tidak adanya solusi dari pemerintah dan penegak hukum, sehingga membuat warga pribumi berupaya mengusir perambah dengan cara masyarakat.

Seperti yang dilakukan ratusan warga Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat. Warga yang sudah sangat resah dengan keberadaan pendatang, melakukan perlawanan.

Bahkan, Senin (7/11) ratusan warga Desa Renah Alai berjaga dengan senjata tajam ditengah kawasan Rumah Hitam atau tepatnya, antara Desa Renah Alai dengan Sungai Lalang.

Kabarnya kejadian itu ditengarai adanya warga pendatang mulai merambah kawasan hutan dikawasan itu. Hal itu membuat warga marah, apa lagi warga sekitar sudah sejak lama menjaga hutan tersebut.

“Warga Renah Alai yang laki-laki disitu semua.  Ratusan jumlahnya, lengkap ada yang bawa parang juga. Masalah perambahan, pendatang sudah merambah kesitu, ” ujar warga Renah Alai.

AKBP Munggaran Kartayuga, Kapolres Merangin juga membenarkan kejadian itu. Munggaran mengatakan sudah mengintruksikan anggotanya turun ke lokasi.

“Ya di dekat Desa Renah Alai, anggota sudah turun dari Polsek Jangkat. Tadi anggota dari Polres Bangko juga sudah turun ke lokasi,” ujar Kapolres.(TM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *