28/10/2021

Penggunaan DD, Kades Dusun Mudo Diduga Langgar Permendagri

2 min read

BANGKO-Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 113 tentang penggeloaan Dana Desa (DD),  menjelaskan bahwa penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan transparan dengan masyarakat, serta melibatkan Tim Penggelola Kegiatan (TPK).

Namun yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Dusun Mudo, Samlawi, terkesan  mengangkangi aturan tersebut. Pasalnya ada empat proyek fisik dari anggaran DD dipihak ketigakan. Ia memberikan empat proyek fisik tersebut ke satu kotraktor yakni Yusup dan itu tanpa  transparan kepada masyarakat dan melibatkan TPK.

” Kami tak tau aturan, yang jelas kami dak dilibatkan. Empat proyek DD terdiri pembangunan jembatan Tantan dengan anngaran Rp 40 juta, jalan setapak RT 01,  plus Grenase dananya Rp 109 juta,” ujar warga setempat, Senin (31/10).

” Selain itu ada pembuatan rabat beton di RT 05 sebesar RP 69 juta, dan Jalan lingkungan Dusun Mudo Rp 150 juta. Semuanya itu direkankan oleh Kades ke Yusup, ” katanya lagi.

Mirisnya lagi, hasil pekerjaan juga terkesan alas jadi, sebab baru saja dibangun tapi hasil pekerjaannya sudah retak dan keropos.

“Mungkin tak sesuai ketentuan. Coba banyangkan, baru dibangun proyek itu banyak yang keropos dan retak,” tutur sumber.

” Kecewalah, saya gak tau itu aturan, tapi  yang jelas proyek DD pembangunan didesa ini dipihak ketigakan semua ke satu kontraktor,” tambahnya.

Sementara itu Kades Dusun Mudo, Samlawi, dikomfirmasi  Terasmerangin.com membantah jika pekerjaan proyek dipihak ketigakan. Ia mengatakan  kalau Yusup, hanya pemasok material.

” Gak ada, Yusup itu hanya menyambung tangan kami sebagai pemasok matereal, bukan sebagai pihak ketiga. Dari pada banyak beli sana beli disini tentu merepotkan, makanya kami suruh dia yang ngisi materealnya,” jawab Kades.

Ia menjelaskan bahwa DD untuk fisik semuanya dikerjakan bersama masyarakat dan TPK, tidak ada yang dipihak ketigakan.

“Semuanya anggaran fisik kami kerjo sama. Jika tak percaya silahkan cek dan tanya ke warga yang terlibatkan,” beber Kades.

Terpisah, Yusup , dikonfirmasi via ponsel membenarkan jika dirinya pemasok matereal. Namun, ia mengelak disebut sebagai pihak ketiga dalam pengejaan proyek itu.

” Kalau pihak ketiga kita harus pakai bendera CV. Ini cuma ngesub matereal seperti batu, semen dan besi,” tuntasnya. (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *