28/11/2021

Pembangunan Jalan Setapak di Desa Koto Rayo Asal Jadi

2 min read

BANGKO – Pembangunan jalan setapak di Dusun Kilo, Desa Koto Rayo Kecamatan Tabir, terkesan asal jadi. Pembangunan jalan setapak sepanjang 150 meter dengan Dana Desa (DD) oleh Kades tersebut juga tanpa papan merek.

Selain tidak adanya transparasi anggaran, pembangunan jalan setapa itu hanya diisi dengan tanah bercampur koral. Sementara, untuk ujung jalan tak dicampur sama sekali, hanya mengunakan tanah merah.

Buruknya kualitas pembangunan jalan setapak ini, disampaikan warga setempat Ibrahim (40). Ia sangat menyayangkan, setiap realisasi proyek di dusunnya selalu dikerjakan asal jadi.

“Sejak adanya proyek DD di Desa kami ini, ngak ada yang becus dikerjakan. Lihat saja ini, masak ada pembuatan jalan setapak ditengahnya tak disemen, tapi hanya dicampur tanah dan koral,” ungkap Ibrahim.
Dikatakan Ibrahim, setahunya tidak ada pembangunan jalan setapak  yang ditengahnya di isi tanah campur koral. Ia menyebutkan, baru pertama kali melihat hal itu.

” Kadang-kadang ngak lazim, masak ada pula proyek ngak disemen hanya diisi koral campur tanah. Lihat pula yang ujungnya, hanya menggunakan tanah merah bae,”  beber Ibrahim.

Tidak hanya jalan setapak, Ibrahim juga menyinggung pembangunan grenase yang ada disamping pembangunan jalan setapak itu. Sebab, baru dua minggu dikerjakan sudah hancur.

“Kamu tengok proyek sebelah ini, baru dua minggu di bangun, kini lah hancur,” ujarnya.

Terkait itu, Ibrahim meminta Pemerintah turun tangan dan berperan aktif mengawasi proyek di desa. Apa lagi desanya yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten Merangin.

“Pemerintah harus aktif mengawasi proyek, apa lagi desa kami ini jauh,” pinta Ibrahim.

Sementara itu Kepala Desa Koto Rayo, Abdullah K, belum bisa dikonfirmasi. Saat hihunbungi via ponsel bernada tidak aktif, dihubungi melalui pesan singkat juga tidak dibalas. (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *