21/10/2021

Dikerjakan Asal Jadi, Warga Keluhkan Pekerjaan Jalan Buluran Panjang Lubuk Napal

2 min read

TABIR- Pekerjaan peningkatan jalan dari desa Buluran Panjang ke Desa Lubuk Napal, Kecamatan Tabir Ilir, dikeluhkan warga. Pasalnya pengingakatan jalan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) sebesar Rp 2,8 Milyar tersebut dikerjakan asal jadi.

Selain amburadul mengerjaannya, bahu jalan diduga tak dibuat. Selain itu, koral yang ditaburkan ke badan jalan tak digiling atau dipadatkan, sehingga permukaan badan jalan tidak rata.

Papan merk yang merupakan bentuk transparansi penggunaan anggaran negara ke masyrakat juga tidak dipasang, sehingga menimbulkan pertanyaan besar ditengah masyrakat.

“Kami hanya heran, kok pembangunan jalan hanya sebatas menyerakkan koral dan dak  digiling,” sebut warga setempat dan minta namanya tidak dituliskan, Selasa (11/10).

Warga sekitar, lanjutnya juga tidak mengetahu berapa jumlah anggarannya, karena tidak ada tanda sedikitpun informasinya.

“Biasanya, setiap proyek ada papan mrek. Gak tau, entah dari mana anggaran pembangunan jalan ini. Apakah ABPD atau DAK, tidak tau. Sebab, papan mrek tidak ada,” timpalnya.

Sementara itu Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Merangin, Aspan dikonfirmasi mengakui adanya pekerjaan jalan diwilayah tersebut.

“Memang ada. Yang mengerjakan Jalan itu Anto Metro. Anggarannya Rp 2,8 Milyar,” sebut Aspan.

Saat ditanya mengapa jalan itu tidak digiling dan diawal pembangunan jalan mengunakan batu Split, sementara dipenghabisan pekerjaan menggunakan batu kali (Koral) biasa. Aspan menjelaskan dalam rencana harus dipadatkan.

“Dalam RAB harus di Whalaes. Kalau yang awal dispilit karena akan diaspal sepanjang 600 meter. Ujungnya memang hanya dikasih koral,” jawab Aspan.

Terkait dengan keluhan warga, Aspan mengatakan akan memanggil kontraktor pelaksananya. Ia menyebutkan pekerjaan itu baru cairkan 30 parsen dari nilaai kontrak.

“Coba kita panggil Anto Metro besok, tuk mencari solusi keluhan masyarakat tersebut,” tuntasnya.

Sementara itu Anto Metro belum dapat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat tentang buruknya pembangunan jalan tersebut. Dikonfirmasi via ponsel tidak bisa dihubungi, nomornya tidak aktif. (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *