26/01/2022

Tanpa Perjanjian Ganti Rugi, Tower Telkomsel Tetap Dibangun

1 min read

Bangko – Perjanjian ganti rugi yang selayaknya di lakukan oleh pihak PT telkomsel dalam proses pembangunan tower menara Base Transceiver System (BTS) dengan masyarakat yang berada di sekitaran radius menara belum juga dilakukan negosiasi.

Sementara pihak PT Telkomsel tanpa perundingan dengan pihak masyarakat RT 13 Kelurahan Pematang Kandis tetap mendirikan bangunan tower menara BTS di atas lahan milik Leo warga setempat.

Ketua RT 13 Saprizal saat dibincangi media ini, menyebutkan belum ada perundingan tertulis terkait dengan ganti rugi kerusakan sejumlah alat elektronik warga yang terdampak akibat dari radiasi tower menara BTS tersebut.

“Kemarin katanya akan buat perjanjian itu, dan siap mengganti kerusakan akibat radiasi tower, tapi sampai saat ini belum juga ada,” ungkap Saprizal

Saprizal juga menambahkan bahwa pihaknya juga menuntut ganti rugi terkait dengan radiasi yang berdampak diluar target radius yang ditetapkan oleh pihak PT Telkomsel kepada sejumlah pemukiman warga yang terkena dampak tersebut.

“Radiusnya katanya 40 meter persegi, tapi saya minta jika ada warga yang terkena di luar radius tersebut saya minta dibantu juga,” pintanya.

Sementara itu, pihak Telkomsel Roni Manurung saat dibincangi berkilah dengan mengaku sebagai kuli bangunan, dan tidak mengerti tentang perjanjian ganti rugi kepada masyarakat dan mengalihkannya kepad pihak perizinan.

“Saya kulinya, gak paham itu, itu tanyanya sama bagian perizinan,” kata Roni

Menariknya, Roni Manurung yang mengaku sebagai kuli tersebut sedang berada di Jakarta dan tidak melakukan teknis pekerjaan bangunan tower menara BTS yang kini sedang berlangsung pembangunannya.

“Memangnya kenapa kalau saya lagi di Jakarta,” tantang Roni dengan nada tinggi

penulis : Andy

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.