20/10/2021

Takut Disalahkan, Tiga Pengusaha Saling Tuding

2 min read

img_20161007_152541
BANGKO – Pengrusakan aset yang di lakukan tiga pengusaha Merangin yakni Among, Kacik dan Zulfahmi dalam proses pembangunan Rumah Toko (Ruko) di atas kawasan resapan air, atau yang lebih akrab di kenal dengan bekas danau sampau Pasar Baru Bangko, kini mulai saling tuding.

Pasalnya, tiga pengusaha itu mulai berdalih dengan sejumlah pandangan terkait dengan pengrusakan aset yang jelas milik dari tiga pengusaha beken tersebut. Mereka saling menuding rekannyalah yang melakukan pengrusakan terhadap aset negara tersebut.

Kacik, mengklaim memiliki sebagian lokasi di kawasan eks danau sampah tersebut. Ia bersihkeras bahwa dirinya bukanlah perusak aset sanitasi (Waduk) genangan air yang di bangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin pada tahun 2014 silam. Dan yang kini telah porak poranda akibat ulah dari tiga pengusaha yang tidak bertanggung jawab ini.

“Bukan Saya yang merusak aset itu, itu yang mengerjakanannya adalah Zulfahmi, dan dia yang merusak Dam itu,” ungkap Kacik saat di konfirmasi sejumlah awak media di kawasan eks Danau Sampah.

Sementara itu, Zulfahmi yang notabenenya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif dan kini sedang melakukan tugas belajar di salah satu pengguruan tinggi swasta di Jakarta untuk mengambil gelar Doktornya, justru membantah ia perusakan aset tersebut. Iamengatakan bahwa Among lah yang merusak aset tersebut.

“Awalnya tidak sengaja, karena kemarinkan yang kerja alat berat Among,” singkat Zulfahmi dengan nada gugup.

Among, yang merupakan pengusaha Sukses asal China di Merangin ini, juga membantah terkait dengan perusakan aset negara tersebut, namun saat di tanyakan oleh sejumlah awak media, Among sedikit kewalahan menjawab pertanyaan tersebut.

“Tidak, tidak, itu sertifikatnya saja bukan milik saya, atas nama pak Kacik,” singkat Among.

Terpisah, Bupati Merangin Al Haris, menegaskan, tidak akan mengeluarkan IMB untuk lokasi tersebut, jika standar master plannya belum di ajukan kepada Dinas PU Kabupaten Merangin.

“Lengkapi dulu berkasnya, dan benahi perusakan itu, baru kita tinjau kelayakannya, untuk di keluarkan izinnya,” tegas Al Haris.(TM02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *