21/10/2021

Tak Main-main dengan Kasus PETI, Kejari Merangin Tuntut 8 Tahun Penjara Pelaku PETI

1 min read

BANGKO- Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin, Marta Parulina Berliana menegaskan sangat konsen dengan kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Dia menyebutkan aktivitas PETI membawa dampak besar terhadap kerusakan lingkungan dan ekosistem di Merangin.

Marta menyebutkan sangat menyedikan jika keindahan alam Merangin dirusak oleh aktivitas pertambangan illegal tersebut.

“Kalau semuanya tercemar oleh pencarian emas ilegal kita sedih. Apa lagi banyak ekosistem yang akan berdampak dari aktivitas itu,” kata Marta saat jumpa pers di aula Kejari Merangin, Jumat (6/3).

Marta menegaskan pihaknya tidak main-main memberikan tuntutan untuk pelaku penambang ilegal tersebut.

“Saya sepakat dengan Kasi Pidum untuk konsen terhadap masalah ini. Itu ada pertanyaan kenapa itu hanya pekerja-pekerja dari Jawa, ya kita harus mulai dari situ bagai mana kita menghambat pekerja dari Jawa supaya tidak datang ke Merangin dengan menuntut dia tinggi. Kita juga melanjut ke yang atas, kita aku kita belum seratus persen tapi kami sudah memulai,” tegasnya.

Kasi Pidum, M Fajrin meski tidak menjelaskan kasusnya secara rinci namun disebutnya ada kasus aktivitas PETI saat ini yang tututannya 4 tahun penjara untuk pekerja dan 8 tahun penjara untuk pemodal dan pemilik lahan.

“Ya ada, itu tuntutan beda antara pekerja dengan pemilik dan pemodal. Pekerja tuntutan kita 4 tahun, sementara pemodal dan pemilik 8 tahun,” ujar Kasi Pidum.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *