26/05/2022

Tak Hanya DD 2021 Yang di Tilap Kades Telun, 12 Kegiatan Tahun 2020 Juga Fiktip

2 min read

BANGKO – Dugaan kasus korupsi Dana Desa (DD) yang diduga sengaja ditenggarai Kepala Desa Telun Amir Badarudin (43), sepertinya semakin meluas, Rabu (14/04).

Tidak hanya menilap uang pencairan DD tahap III tahun 2021, akan tetapi dia juga berani memfiktipkan 12 kegitan di tahun 2020 yang menelan dana cukup pantastis mencapai Rp 132 juta rupiah.

” Selain DD tahun 2021 yang tak tau ujung pangkalnya, Amir juga seganja tidak melaksanakan kegiatan tahun 2020 (Fiktip -red). Ada sekitar 12 kegiatan, dan sekitar Rp 132 juta lebih anggaran dari kegiatan tersebut tak tau kemana rimbannya,” ungkap warga Desa Telun yang merupakan sumber yang dapat di percaya ke media ini minta namanya tak ditulis.

12 kegiatan yang tidak dilaksanakan tersebut, lanjut sumber itu, 1. Pengadaan Moubeler kantor sebesar Rp 5.000.000 juta (lima juta rupiah). 2. Pengadaan mesin Genset Rp 5.000.000 juta (lima juta).3. Belanja makanan tambahan balita dan ibuk hamil Rp 5.000.000 juta,(lima juta).4. Modal peralatan khusus kesehatan Rp 10.000.000 juta(sepuluh juta rupiah), 5. Pengadaan jaringan internet Desa Rp 12.000.000 juta(dua belas juta rupiah).

“6. Rehab jalan Wisata Desa Telun dengan nilai Rp 70.753.000 (Tujuh puluh juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu). 7. Upah tukang Rp 2.500.000(Dua juta lima ratus ribu),8. Belanja modal bahan matereal Rp 32.100.000 (tiga puluh dua juta sertus ribu rupiah).

“Ditambah lagi,9. Belanja sewa motor glader selama 28 jam sebesar Rp 18.200.000( Delapan belas juta dua ratus ribu rupiah). 10. Belanja sewa Vibro rorler selama 12 jam Rp 6.0000.000 juta (enam juta rupiah).11. Pelatihan PKK Rp 10.000.000 juta (sepuluh juta rupiah), 12. Belanja pupuk sawit Rp 14.740.000 (empat belas juta tujuh ratus empat puluh ribu rupiah. Jadi itu, total semua kegiatan yang tidak dilaksanakan oleh Kades, sekitar Rp 132.493.000(seratus tiga puluh dua juta empat ratus empat puluh ribu rupiah, dia sendiri yang mengelolanya tanpa melibatkan TPK,” bebernya.

Selanjutnya, tutur sumber, sebelumnya pernah mencoba menjelaskan dengan Kades jika mengelola keuangan Desa sendiri tersebut melanggar aturan. Namun, wejangan nasehat itu seolah olah tidak menggubris.

“Sehinnga dia tetap mengambil inisiatip sendiri untuk mengelola uang tanpa melibatkan perangkat Desa lainya. Kini, baru kena batunya. Yang 12 kegiatan ini tidak seperti apa laporan pertanggung jawabannya, sampai saat ini tak jelas,” tukasnya.

Sedangkan, Kades Desa Telun Amir Badarudin di konfirmasi tentang tidak dilaksanakan kegiatan tahun 2020  mengelak. Dia mengatakan, kegiatan untuk tahun itu sudah di Audit oleh Inspektorat.

” Sayo raso untuk tahun 2020 sudah di Audit Iinspektorat untuk Desa Telun,” singkatnya.(*)

Penulis/Editor/Rafik








Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.