28/10/2021

Selain di Duga Main Besi, Proyek Rigit Beton Dana Kelurahan di Desa Mampun, “Pemborongnya “Lempamari” Merangkap Sebagai Konsultan”

2 min read

BANGKO – Masih ingatkah dengan dugaan kasus Proyek Rigit Beton sepanjang 20 meter dengan lebar 2.5 di Desa Mampun Rantau Panjang Tabir yang di kerja Ormas Lempamari?

Ternyata, berhembus kabar jika proyek bersumber dana dari Kelurahan sebesar Rp 123 juta itu selain di duga di buat asal jadi, proyek yang di kerjakan Organisasi Masyarakat (Ormas) Lempamari di ketuai Heru juga merangkap sebagai Konslutan.

Aneh bukan, jika ada Ormas menjelma menjadi Konsultan. Wajar saja, fisik pekerjaan yang dianggarkan cukup menggiurkan sementara hasilnya tidak memadai, karena yang menghitung volume mereka sendiri.

” Kata bang Heru dari Ormas itulah Konsultanyo.Itu yang kami bingung anggaran dianggarkan 123 juta, pekerjaan hanya 20 meter,” kata salah satu sumber yang dapat di percaya ke media ini baru baru ini.

Menurut sumber, memang dari pekerjaan masyarakat sudah curiga bahwa proyek itu juga tidak mengunakan plastik hitam sebagai alas cor. Kemudian, cicin besi ke cincin besi tidak kayak biasanya mencapai 20 cm lebih.

” Curiga kami sebenarnya, landasan dasarnya gak dikasih tarpal plastik. jarak cincin besinya jauh nian, biasanya tuk besi rigit 15 cm, kalau yang ini malah 20 cm lebih, tapi apalah kita juga tidak menguasai teknis terpaksa ikut aja,” tukasnya.

Sementara, Ketua Pokmas Alpamari Heru dibincangi beberapa hari yang lalu terkesan arogan.

Ia mengatakan, banyak pertanyaan dari masyarakat kenapa proyek itu anggaran besar sementara hasilnya sedikit.

” Begini, maka demikian karena proyek ini bukan di kerjakan secara manual. Pekerjaan itu mengunakan mesin, tentulah, semua itu butuh biaya,” jawab Heru.

Saat di tanya Heru, spek dan kualitas seperti apa proyek tersebut? Heru menguraikan, semua itu sudah tertera dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

” Sudah sesuailah standar dalam RAB. Banyak yang komplin karena gak di pasang plastik, kalau itu dipakai itu mutu yang paling murah,” ujar Heru.

Saat di singgung kembali soal syarat Ormas Lempamari mendapat kegaiatan tersebut, Heru nampak gagap.

Ia mengatakan, syaratnya ormasnya mendapat kucuran pisik dari kelurahan tersebut hanya sebatas badan hukum.

” Syaratnya berbadan hukum, kalau lebih jauh abg tidak tau, yang lain banyak, cuma salah satunya berbadan hukum,” jawab Heru meradang. (*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *