20/10/2021

Program PKKPM-PIE Desa Muara Kibul dan Desa Batang Kibul Juga Diduga Serat Korupsi

2 min read

BANGKO -Tidak hanya Desa Talentam, program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Penyediaan Insfrastruktur Ekonomi (PKKPM-PIE) di Desa Muara Kibul dan Desa Kibul, Kecamatan Tabir Barat juga dinilai tidak tepat sasaran dan serat korupsi.

Pasalnya realisasinya dilapangan tak sesuai dengan jumlah anggaran yang digelontorkan Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) sebesar Rp 690 juta perdesa.

Penelusuran dilapangan di Desa Telentam, anggaran tersebut hanya digunakan untuk membeli satu unit mesin penumbuk padi (Heler), pembuatan enam kolam ikan dan tiga unit mesin perontok padi. Bahkan satu dari tiga mesin perontok padi tersebut hilang digondol pencuri.

Sementara di Desa Muara Kibul, realisasinya hanya tiga kolam ikan dan satu unit mesin pakan. Sedangkan di Desa Batang Kibul hanya terdapat beberapa kolam ikan. Apa lagi realisasi fisik dari penggunaan anggaran tersebut terkesan asal jadi.

Menariknya, hal ini diakui ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Talentam, Amin (33). Menurutnya, hal ini terjadi lantaran kecemburuan sosial hingga tidak ada kekompakan dari kelompok untuk mengerjakan proyek tersebut.

” Saya akui, memang saya korupsi sisa uang program PKKPM-PIE ini sebesar Rp 70 juta. Temuan ini tidak sama kalian saja saya mengaku, tetapi dengan penyidik juga saya akui bahwa saya korupsi,” akui Amin.

Amin mengatakan, itu terjadi disebabkan kelompok tidak singkron dan susah diatur, hingga membut dirinya bekerja sendiri. Selain itu, Amin juga mengatakan singkatnya waktu mengerjakan fisik dari proyek tersebut, dimana anggaran baru cair 25 Desember 2015 lalu. Sementara, laporan penggunaan anggaran juga harus diselesaikan tahun itu juga.

” Terpaksa mencari jasa kontruksi (tukang) untuk mengerjakan fisik kolam ikan, rumah mesin penumbuk padi. Rupanya gak terkejar juga. Secara aturan, pekerjaan itu tidak benar dikerjakan tukang lain, tapi hanya dikerjaka kelompok,” ujar Amin. ”

“Kelompok marah pada saya, karena menurut mereka penggunaan anggaran itu tak tepat. Lantaran, tempat kami saat ini potensi padi sawah gak ada lagi, saya paksakan kerja sendiri,” beber  Amin lagi. Amin juga menuding, kalai tidak hanya di Desa Talentam. Kondisi tak jauh beda juga terjadi di Desa Muara Kibul dan Desa Batang Kibul yang juga mendapatkan dana tersebut.

” Anggarannya sama, desa yang mendapatkan program ini punya TPK masing masing. Tiga desa di Kecamatan Tabir Barat yang mendapat anggaran ini harus  sering koordinasi” sebut Amin.

Sementara, TPK Muara Kibul, yakni sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Soalnya, nomornya ponsel pribadinya dihubungi tidak aktif dan berada diluar jangkauan. (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *