21/10/2021

Program Bantuan Rumah Swadaya PUPR Disoal

2 min read

TABIR BARAT – Program bantuan rumah swadaya yang di gelontorkan kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2015 silam disoal. pasalnya program peningkatan tarap hidup dalam rangka meningkatkan tarap hidup masyarakat belum tereaslisasi secara menyeluruh.

Dugaan penyimpangan dalam penggelontoran program andalan PUPR tersebut pun muncul di tengah masyarakat, ketidak adilan dalam tahapan pembangunan pun menjadi puncak ketidak seriusan pelaksana program di lapangan dalam proses realisasinya.

program yang mengucur dengan anggaran yang fantastis Rp 4,2 Miliar tersebut menampung bedah rumah sebanyak 280 unit yang terbagi di 4 desa Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin, dengan rincian setiap rumah mendapatkan bantuan senilai Rp 15 juta setiap rumahnya.

“Ya, kami dapat bantuan, tapi hanya sebatas dapur saja, sama tambahan seng 3 kodi, itu saja, dan ada sisi papan 10 keping, katanya Rp 15 juta, kami tidak tau lagi, yang dapat Desa Tran Pulau Tebakar, Desa Kibul, Desa Pulau Lebar dan Desa Batang Kibul” ungkap Zaman (70) warga desa Muara Kibul Kecamatan Tabir Barat saat di datangi terasmerangin.com

Dari hasil investigasi terasmerangin.com di lapangan pembangunan tersebut sangat tidak sesuai dengan perencanaan awal yang tertuangan dalam aturan kementrian PUPR, sehingga penerima manfaat tidak sepenuhnya mendapatkan hak nya.

Bermacam spekulasi pun bermunculan, mulai dari nama yang tidak dapat masuk dalam daftar penerima manfaat sampai dengan dugaan penyimpangan penggelontoran dana bantuan tersebut di lapangan.

“Saya awalnya terdaftar, tau-tau di tengah perjalanan nama saya hilang, katanya tidak memenuhi persyaratan, tapi warga lain yang sama standara kehidupannya dengan saya bisa dapat, tapi kenapa say tidak, kan aneh,” beber Amin Warga Kecamatan Tabir Barat.

Jika di kalkulasikan, penyimpangan dana bantuan PUPR tersebut tentu sangat fantastis, karena hampir seluruh penerima manfaat mendapatkan layanan yang sama dengan warga yang lainnya, terutama warga desa Batang Kibul.(TM02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *