28/10/2021

PETI di Merangin Kian Marak

1 min read

BANGKO – Pasca insiden mematikan di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) lubang jarum di Desa Simpang, Parit Kecamatan Renah Pembarap, beberapa waktu lalu.  Ternyata tidak membuat pelaku PETI berhenti melakukan penambangan, justru semakin hari semakin menjadi-jadi.

Dari hasil pantauan Terasmerangin.com dilapangan masih terlihat aktivitas PETI lubang jarum. Bahkan seakan-akan sudah terbiasa dengan isu kematian dilokasi tambang lubang jarum.

Bahkan,  pelaku PETI secara terang-terangan menyebutkan bahwa temuan mayat di lokasi PETI libang jarum merupakan hal biasa.

“Itu namanya resiko pekerjaan, kalau yang hilang di lubang jarum itu sudah biasa, kalau tidak mau punya resiko tidur saja dirumah,” ungkap Boy (Bukan nama sebenarnya) salah seorang pelaku PETI.

Menurut Boy, pekerjaan ini sudah cukup lama Ia jalani guna menafkahi anak dan istrinya. Apa lagi dengan kondisi perekonomian masyarakat yang bergantung dari sektor tanaman tahunan seperti karet dan sawit harganya sangat jauh merosot, sehingga menyebabkan Ia terpaksa untuk ambil resiko bertaruh nyawa demi kelangsungan hidup.

“Karet murah, sawit murah, bagaimana lagi, dari pada dak makan satu rumah (anak, istri,red) lebih baik cari kerja, apapun resikonya akan saya tempuh,” bebernya.

Janji Pemerintah untuk menaikan harga komoditi unggulan masyarakat Jambi tersebut kini hanya tinggal janji, hingga saat ini belum ada realisasi nyata untuk mewujudkan janji tersebut, sehingga menyebabkan masyarakat siap ambil resiko tinggi demi bertahan hidup.

“Katanya dulu harga karet mau di naikan, tapi sepertinya itu semua tinggal janji, ya, mau tidak mau kami harus makan dan anak-anak harus sekolah,” tutupnya.(TM02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *