28/11/2021

Oknum Kepsek Dan Guru Agama Digrebek Warga

2 min read

BANGKO – Sabtu (1/5) pagi tiga Minggu yang lalu pada bulan Romadhan salah satu perumahan di Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan sontak heboh.

Pasalnya, warga menangkap sepasang kekasih berinisial ES (50), yang kabarnya Kepala Sekolah (Kepsek), dan HM (50) seorang guru agama di salah satu SD ternama di Kabupaten Merangin.

Keduanya di tangkap lantaran sudah tiga hari tiga malam berturut turut dalam bulan puasa kumpul bersama di rumah ES. Sementara, mereka berdua bukan suami isteri yang sah, dan sama sama berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Penangkapan bermula, saat isteri sahnya ES, yaitu HI (46), mendatangi rumah ES yang katanya ada keperluan. Namun sesampainya dalam rumah, ternyata ada sosok Wanita Idaman Lain (Wil) dalam kamar yang di duga dinikahi siri oleh ES.

Sehingga terjadilah cek cok, ES mengusir HI keluar. Dengan rasa penasaran siapa perempuan yang di bawa ES, HI memanggil warga.

” Saya kesini ada yang saya omongin sama bapak ES. Setelah saya masuk ternyata ada tas perempuan. Lalu, ES ancam saya dan menyuruh keluar rumah. Makanya saya panggil warga sekitar, Siapa perempuan yang didalam itu,” ungkap isteri sah ES kesal.

Dituturkannya, sejauh ini hubungannya dengan ES belum bercerai. Hanya saja pisah ranjang karena ada masalah dalam keluarga. Tidak menjadi persolan ES menikah lagi tetapi ada baiknya selesaikan dulu proses perceraian.

“Sampai saat ini belum ada, surat dari pengadilan jika kami telah bercerai. Tau tau, udah kumpul kebo sesama guru di satu tempat dia mengajar,” kesal HI memberi keterangan.

Sementara, ES awalnya membantah telah membawa Wil kerumahnya. Bahkan, ES mengizinkan warga mengkroscek setiap sudut dan kamar rumahnya.

” Silahkan di cek, kalau ada saya bawa perempuan,” elak ES singkat.

Tak berselang lama, warga menemukan jejak kaki baru keluar dari rumah ES. Setelah di telusuri, Wil tersebut ditemukan bersembunyi di salah satu rumah tak berapa jauh dari rumah ES.

“Tolong bang, aku takut, kami lah menikah siri bang, tolong bang,” lirih perempuan itu.

Atas kesepakatan warga, keduanya di gelandang ke Mushola untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Keduanya di kenakan denda adat cuci kampung beras 20 Kg, kambing satu ekor lengkap selemak semanis,” tandas tokoh masyarakat. (*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *