21/10/2021

Cerita Tentang Nurdiana, Bocah yang Mayatnya Ditemukan 4 Meter dari Rumahnya

2 min read

BANGKO- Naas dialami Nurdiana bocah lima tahun warga Desa Seringat, Kecamatan Sungai Manau yang ditemukan tidak bernyawa tidak jauh dari rumahnya, Kamis (30/1) malam.

Bocah perempuan ini dikenal sayang dengan ayahnya Mursidin (39), bahkan beberapa jam sebelum jasadnya ditemukan, Nurdiana diajak dan ikut  ayahnya ke pasar Sungai Manau.

Hal ini diceritakan Rina (22) ibu Nurdiana, jika anak semata wayangnya itu terakhir diajak ayahnya ke pasar Sungai Manau sekira pukul 11.00 WIB, Kamis (30/1) siang.

Rina mengatakan sebenarnya Mursidin sangat sayang dengan anaknya, bahkan hingga Nurdiana berusia lima tahun Rina tidak pernah melihat suaminya memukul anaknya, semarah apa pun itu.

“Dio (Mursidin) kalau marah dak pernah mukul anaknyo, sayang dengan anaknyo. Maren waktu dio ngajak anak ke pasar langsung ikut,” kata Rina saat ditemui di kediamannya di Dusun Muaro Seringat, Desa Seringat, Kecamatan Sungai Manau, Jumat (31/1).

Namun itu hanya tinggal kenangan bagi Rina tentang Nurdiana terakhir kalinya. Sebab sekitar waktu sholat Isya Kamis malam Ia melihat anaknya sudah tidak bernyawa.

Anak satu-satunya itu ditemukan Kakaknya Mustafa sudah tidak bernyawa yang hanya berjarak empat meter dari kediamannya.

Mustafa menceritakan waktu itu, ia hendak ke pasar dan melintasi jalan kecil dekat rumah Rina yang merupakan jalan satu-satunya ke pasar atau sebaliknya.

Dia tidak pernah menyangka akan ketemu keponakannya dengan kondisi terbujur kaku, sebab hingga siang bertukar malam ia, Rina dan keluarganya yang lain masih ngobrol dikediaman Rina karena mereka tinggal saling berdekatan atau tetanggaan.

“Sayo tidak sangko ado mayat dekat situ, apo lagi jaraknya cuma empat meter dari rumah dan situ dekat jalan lagi. Kami sore itu sekitar Magrib masih duduk dekat situ, dak ado liat apo-apo,” cerita Mustafa.

“Saat ketemu itu saya sangko dio tiduk, lalu sayo dekati dan badannya sudah dingin. Posisinya terlentang,” tambah Mustafa lagi.

Informasi adanya penemuan mayat tersebut cepat menyebar dan hingga warga melaporkan ke Polsek Sungai Manau. Namum keberadaan Mursidin juga raib, hingga berita ini diturunkan tidak ada yang tau keberaannya.

Kapolsek Sungai Manau, Iptu Karto juga membenarkan ada ditemukan mayat bocah lima tahun di Desa Seringat, Kecamatan Sungai Manau.

“Kita dapat kabar langsung ke lokasi tadi malam. Korban juga kita bawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” ungkap Kapolsek, Jumat (31/1).

Kapolsek mengatakan kondisi fisik korban ada terdapat luka di bagian kanan leher korban, lebam dibawah mata kanan dan luka lecet di kepala.

Terkait kejadian itu, Polsek sudah memintai keterangan tiga orang saksi, termasuk ibu kandung korban dan paman korban yang pertama kali menemukan mayat tersebut.

“Sudah ada kita mintai keterangan saksi terkait kejadian itu, termasuk minta keterangan ibu kandung korban,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, dikatakan Kapolsek dugaan pelaku mengarah ke ayah korban, sebab terakhir korban diajak ayahnya ke pasar Sungai Manau.

“Pagi Kamis itu ayah dan ibu korban ini bertengkar, lalu sekitar pukul 11 korban diajak ayahnya ke Pasar Sungai Manau. Lalu ditemukan sudah meninggal sekitar pukul 8 malam,” sebutnya.

“Kami juga sudah mendatangi sejumlah tempat untuk mencari keberadaan ayah korban sejak tadi malam, hingga hari ini,” tuntasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *