25/10/2021

Memilukan…Tiga Aggota Keluarga Tewas dalam Satu Lubang Jarum

1 min read

BANGKO-Tragedi tewasnya 11 orang penambang emas tanpa izin (PETI) sistem lubang jarum di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap,  Senin (24/10) lalu, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Apa lagi proses evakuasi hingga hari ke delapan ini, Senin (31/10) belum juga membuahkan hasil. Kesebelas koran masih terkubur dalam tambang lubang jarum, meski sudah banyak upaya yang dilakukan tim evakuasi untuk mengeluarkan para korban.

Kesedihan sangat mendalam dirasakan keluarga Tami (45), warga Desa Sungai Nilau, Kecamatan Sungai Manau. Sebab keluarga tidak hanya kehilangan Tami, tapi juga Jurnal (21) dan Guntur (34) yang tewas dalam satu lubang jarum secara bersamaan.

“Dia itu tinggal satu rumah . Hubungannya mertua dan menantu. Mereka tulang punggung keluarga yang tewas dalam lubang itu,” ujar warga Sungai Nilau.

Selain itu, kesedihan juga menyelimuti keluarga Cito (25). Warga asli Desa Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu ini baru saja menikah di Desa Sungai Nilau dan meninggalkan anak yang masih bayi.

“Dia baru nikah setahun lebihlah. Ada anaknya masih kecil satu orang. Dia juga ikut nambang,” ujarnya lagi.

Terkait evakuasi, keluarga sangat berharap korban dapat ditemukan. Keluarga ingin memakamkan korban dengan layak. “Kita ingin menguburkan korban, layaknya orang pada umumnya,” kata keluarga korban.(TM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *