28/11/2021

Lahan Diduga Fiktip,,!!!Bantuan Bibit Karet Dibuang, Pupuk Dijual, Mantan Anggota Poktan: Dak Salah Lagi

2 min read

BANGKO – Desa Telun Kecamatan Nalo Tantan beberapa minggu terakhir ini terus menuai sorotan. Pasalnya, bantuan dari Pemerintah digelontorkan ke Desa itu tak satupun sesuai harapan.

Seperti di tuturkan salah satu mantan anggota Kelompok Tani (Poktan) Desa Telun yang mendapatkan bantuan 1150 batang bibit karet meminta namanya tak ditulis kemedia ini Rabu (17/3).

Katanya, pada tahun 2015, 2016, 2017, Desa tersebut kerap mendapat kucuran bantuan dari Pemerintah berupa bibit Pertanian melalui Kelompok Tani (Poktan).

Tetapi sayangnya, ketua Kelompok Tani penerima tidak koperatif, banyak anggota di bohongi demi keuntungan pribadi. Selain itu, banyak bantuan disalahgunakan, sebagian di jual.

“Kan sayo pada tahun 2015, 2016, 2017 tergabung di Kelompok Tani yang mendapat bantuan bibit karet tahun 2020 ini. Kini saya sudah keluar, karena Kelompok Tani tersebut, ” Kong Kalingkong’,” kata sumber membongkar praktek mengangkangi aturan kemedia ini.

Ditahun 2015 silam, Kelompok Tani tersebut mendapat bantuan kecambah kacang kuning sebanyak empat kuintal, dan didalam empat kuintal tersebut ada jatah dia.

“Namun, disaat saya tanyo mau ngambil kecambah jatah saya tersebut, ternyata sudah di jual oleh Ketua Kelompok, waktu Ute ketuannya. Begitu juga pupuk dan pertisidanya,” paparnya lagi.

Mulai saat itu, sumber ini mundur sebagai anggota Kelompok tersebut.Dan membuat Kelompok Tani baru dan tersendiri.

“Ado dio ngajak gabung balik, tapi aku dak mau lagi. Dipoktan itu awak di bodoh bodohi be.

” Begitu juga bibit karet 2020 kemaren, bibit itu di serak di belakang rumah anggota. Sebagian ado yang di jual, ado pulo yang di buang, bibit dicabut dari polibeg ditukar ke biji sawit,” bebernya.

Kepala Dusun di konfirmasi juga mengakui terbengkalainya bantuan Pemerintah Provinsi seperti belasan ribu bibit karet tahun 2020 ini, dan beberapa program pertanian lainnya sejak Amir di nobatkan sebagai Kades Telun.

Bahkan, Kadus itu mengklem Amir adalah “Kades Bodoh” lantaran tidak teliti dulu sebelum menandatangani profosal yang diajukan Kelompok Tani.

“Itulah kebodohan Kades, dio itu dak pernah membaco setiap kawan kawan Kelompok ngajukan Profosal bantuan bibit, lansung lah tanda tangan.

“Mestinyo di baco, lahan dimano kiro kito, bermasalah atau tidak, itu yang mestinyo, kalau lah kayak gini susah jadinyo. Gara gara itu kemaren datang orang Dinas ke dusun,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Telun yakni Amir, dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp terkait tudingan tidak teliti dan dianggap satu kebodohan oleh Kadusnya terkesan bungkam. Whatsapp cuma di baca tetapi tidak di balas.(*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *