25/10/2021

Ketahuan Selingkuh, Karyawan PT Brenda Sunas Didenda Seekor Kerbau

1 min read

BANGKO- PN (35), karyawan PT Brenda Sunas dikanakan hukum adat satu ekor kerbau di Desa Sungai Ulak,  Kecamatan Nalotantan, Sabtu (8/10). Karyawan perusahaan yang bergerak dibidang pengendalian banjir di sungai batang Tantan ini didenda lantaran ketahuan berselingkuh dengan LA (24), perempuan bersuami.

Markus,  warga setempat mengatakan terungkapnya tindakan asusila ini bermula dari suami LA berinisial ID (26), yang mendapati SMS dari PN diponsel istrinya dan mengajak isterinya ketemuan.

” Terungkapnya asusila ini disaat ID melihat SMS PN di handphone LA. Isi SMS itu bahwa dia (PN), mengajak ketemuan,” kata Markus.

Tak terima, ID melaporkan perihal tersebut ke Lembaga Adat desa Sungai Ulak. Lalu kedua dipanggil dan saat sidang adat PN dan LA mengakui bahwa mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami isteri sebanyak satu kali, disamping rumahnya saat suaminya sedang pergi mancing.

” Dalam runding adat yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB tadi malam.   PN dan LA juga mengakui perbuatan mereka ke Lembaga Adat bahwa pernah melakukan hubungan intim secara diam-diam,” tambah Markus.

Setelah dicermati dan diteliti oleh pemangku adat, akhirnya keduanya di denda membayar satu ekor kerbau, beras 100 gantang. Selain itu, selemak semanis lalu di masak dan dimakan bersama.

“Akhir keputusan dari sidang adat, keduanya didenda dan denda itu dimasak dimakan bersama. Tujuannya, mencuci kampung agar tak kena musibah,” kata Markus.

Markus melanjutkan, menurut RT 04 Dusun Lamo sampai saat ini PT Brenda Sunas, tak pernah melaporkan keberadaan karyawannya.

” Sejak dikerjakan Proyek disini orang ini belum pernah melapor ke saya. Taunya terjadi tindakan asusila ini,” beber Markus sambil meniru kata RT. (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *