28/10/2021

Kejari Merangin Bidik Penjual TKD, Minta yang Jual Segera Mengembalikan TKD Tersebut

2 min read

BANGKO- Kejaksaaan Negeri Merangin bidik penjual Tanah Kas Desa (TKD) yang sudah dijual dan diminta untuk segera mengembalikan tanah yang dijual tersebut menjadi aset desa.

Terkait ini Kejari Merangin melalui Kasi Perdata Tata Usaha Negara (Datun) dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Merangin mengundang sejumlah Kapala Desa (Kades) untuk menelusuri hal tersebut.

“Kami mengundang (Sejumlah Kades) dasarnya ada MoU antara Bupati Merangin dengan Kepala Kejaksaan Merangin Januari lalu,” kata Fahmi Kasi Datun Kejari Merangin didampingi Kasi Intel Kejari Merangin Taufik , Kamis (25/03/2021).

Fahmi menyebutkan Kejari Merangin pertama melakukan pendekatan dengan mengambil langkah mediasi agar aset desa yang sudah dijual tersebut untuk segera dikembalikan.

“Ini berawal PT SAL memberikan tanah kepada 29 desa (Beberapa tahun lalu), masing-masing desa menerima empat hektar. Namun tanah-tanah tersebut ada yang salahgunakan, ada yang dijual sehingga kasusnya lari ke pidana dan diputus oleh pengadilan sehingga oleh pengadilan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan keputusan tersebut tanah dikembalikan ke desa,” sebutnya.

“Dengan dasar itulah dikeluarkan SKK (Surat Kuasa Khusus) karena ini supaya tidak langsung dijerat korupsi tapi agar dikembalikan dalam kondisi semula, yang penting Kades ini mana yang jual dikembalikan ke desa,” jelas Fahmi lagi.

Kasi Datun Kejari Merangin juga menyebutkan ada indikasi beberapa desa TKD-nya sudah berpindah hak, padahal dalam sertifikat itu jelas tidak boleh diperjual belikan.

“Ini dilakukan mantan Kades dan bukan Kades yang mejabat saat ini. Ketika kami mengundang para Kades ini mereka respek karena mengingat itu merupakan aset Desa dan akan digunakan untuk kepentingan desa itu sendiri,” ujarnya.

“(TKD yang sudah berpindah hak) Selanjutnya kami akan mengundang pihak terkait lagi supaya bisa diselesaikan seperti yang diinginkan pemerintah kabupaten Merangin. Kades saat ini kita harap untuk membantu melakukan mediasi agar mantan Kades atau pihak yang menjual TKD segera mengembalikan TKD yang sudah dijual itu menjadi aset desa lagi,” sebutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *