26/05/2022

Kades Telun Tilap Pencairan DD Tahap III, Tahun 2021 Sebesar Rp 100 juta

2 min read

BANGKO – Dugaan Korupsi pada pencairan Dana Desa (DD), tahun 2021 tahap III, yang ditenggarai oknum Kepala Desa Telun Amir Badarudin (43), mencuat kepermukaan Sabtu, (9/4).

Pasalnya, sebanyak Rp 256 juta anggaran DD yang di cairkan pihak Desa setempat, tetapi oleh Amir dipangkas Rp 100 juta lalu dikelolanya sendiri tanpa ada kejelasan.

“Ceritanya begini, waktu perncairan DD Desa Telun tahap III sebesar Rp 256 juta kita dipanggil oleh Kades kerumahnya guna rapat membahas keuangan Desa.Namun, pada rapat tersebut, Kades mengatakan jika dirinya sudah memangkas uang pencairan itu dari bendahara sebesar Rp 100 juta terlebih dahulu tanpa ada kordinasi dan rapat dengan perangkat Desa,” kata sumber masyarakat Desa Telun yang mengkuti jalannya rapat tersebut, minta namanya tak disebut ke media ini.

Dari uang Rp 100 juta itu, lanjut sumber, diambil lagi Rp lagi 10 juta. Kata Kades, uang itu uang dia yang dipinjam bendahara untuk bayar Batuan Lansung Tunai (BLT) tahap II, September, Oktober, Nopember, tahun 2021 silam.

“Sisa Rp 90 juta nya itu sejauh ini tidak ada penjelasannya, dan seperti apa pertanggung jawabannya, saya juga tidak tau. Menurut keterangan Kades, uang itu sudah habis untuk bayar hutang pribadinya sama orang,” papar sumber lagi.

Jika bedasar aturan, ujar sumber, apa yang dilakukan Kades sudah melabrak aturan. Karena kewenangan Kades suatu Desa hanya mengatur keuangan Desa. Bukan mengelola seperti Kades Telun ini yang mengelola Dana Desa.

“Kepala Desa tidak boleh melaksanakan kegiatan, hal itu diatur Permendagri no 113, pasal 4, dan pasal 6, tetang Pelaksana Teknis Pengelola Keuangan Desa (PTPKD). Apa bila ikut campur dalam kegiatan, dia melanggar aturan,” tegasnya.

Sedangkan, Kades Desa Telun Amir Badarudin sat dikonfirmasi media ini melalui nomor pribadinya sepertinya memgakui. Bahkan, dia jika yang memberi data tersebut adalah anak buahnya.

“Itu anak buah akulah yang ngasih data itu ke kamu, dio nak nyalon Kades makonyo diperburuk aku. Soal annggaran sudah aku bayar semua, bukti ada sama aku,” jawab Kades gugup.

Saat ditanya Kades, jika data ini akan dibawa (Lapor – red) oleh masyarakat Desa Telun kepihak Kejaksaan Negeri Merangin atas dugaan korupsi DD, itu bagaiman resppon anda?
Waktu itu juga, Amir lansung melontarkan rasa takutnya, sontak dia mengatakan, kalau bisa jangan seperti itu.

“Kalau bisa jangan pulo, kalau macam tu nak bunuh, kalau iyo macam itu, dak jadi jugo masalah aku dak, cimano lagi. Lah aku kato itu lawan lawan politik aku, kalau dak percayo dak juga jadi masalah.

“Aku pusing jugo, dalam minggu ini puluhan wartawan dan LSM, pusing aku dibuatnyo. Dak kuat lagi aku dak, dak ni, ini yang masalah,” tandasnya.(*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.