28/11/2021

PPK Kemenpora Diperiksa Kejari, Terkait Dugaan Korupsi Revitalisasi Lapangan Bola

2 min read

BANGKO – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin terus mengembangkan kasus dugaan korupsi revitalisasi lapangan sepak bola Desa Beringin Sangul dan Sekancing yang dananya bersumber dari Kementrian Pemuda Olahraga (Kemenpora), sebesar Rp 380 juta di Kecamatan Tiang Pumpung.

Sebelumnya Kejari telah memanggil sebanyak 15 orang saksi. Tidak berhenti disitu, Senen (3/10) kemaren pihak adiyaksa tersebut juga memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kemenpora pusat, Ahmad Qudri. Saat memenuhi panggilan Kejari Merangin, Ahmad Qudri, didampingi kuasa hukumnya.

“Sejauh ini kasus dugaan korupsi revitalisasi dua lapngan bola di Kecamatan Tiang Pumpung terus kita usut.  Sebelumnya, kita suda meminta keterangan 15 saksi. Kali, PPK dari Kemenpora yang kita minta keterangan,” kata Kejari Merangin, Haryono, melalui Kasi Intel, Emri, saat dihubungi via ponsel, Selasa (4/10).

Emri melanjutkan pemeriksaan terhadap Ahmad Qudri berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Dalam pemeriksaan selama 6 jam tersebut pihaknya mengajukan 10 pertanyaan seputaran realisasi anggaran revitalisasi lapangan bola.

” Ya, pemeriksaan ini hanya mendegarkan keterangan saksi, ada 10 pertanyaan yang kami ajukan,” ucap Emri.

Disebutkan Emri, sebenarnya ada tiga orang yang bakal di periksa dari Kemenpora, namun dua orang berhalangan hadir dan hanya Ahmad Qutdri yang sempat hadir.

“Sekjen Kemenpora bernama Alfitra Salam dan Staf Khusus Kemenpora Faisal Reza, tidak bisa hadir. Informasinya, mereka ada kegiatan penting. Jadi, mereka diperiksa Kamis mendatang,” beber Emri.

Sejauh ini dari hasil periksaan, pihaknya sudah mengumpulkan bukti bahwa terjadi kerugian negara sebesar Rp 250 juta dari jumlah anggaran yang di kucurkan Kemepora sebesar Rp 380 Juta.

“ Dari hasil penyidikan selama ini, dan bukti yang ada, diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp 250 juta dari anggaran yang digelontorkan,” pungkas Emri.(TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *