26/01/2022

Enam Bulan Audit Temuan DD Mangkrak, Inspektorat di Kecam “Masyarakat Desa Muara Pangi’

2 min read

ANGKO – Puluhan Masyarakat Desa Muara Pangi Kecamatan Lembah Masurai mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Merangin.

Kedatangan mereka tak lain dan tak bukan menanyakan hasil audit dugaan temuan pelanggaran DD yang di lakukan Kepala Desa yakni Rijaludin alias tambun yang enam bulan sudah di periksa tetapi tak ada ujung pangkalnya.

Terlebih pihak Inspektorat dinilai berkilah dalam audit tersebut, sehingga timbul dugaan ada permainan dari pihak masyarakat Desa Muara Pangi terhadap Inspektorat.

Selain itu, semestinya dalam kurun waktu enam bulan ini Inspektorat telah menyerahkan hasil Audit itu ke Kejari.

Namun, pada kenyataannya di desak masyarkat barulah hari ini laporan Audit tersebut nyampai di meja Kejari Bangko.

“Sudah enam bulan kasus penyelewengan DD Muara Pangi yang di lakukan Kades ini kami laporkan ke Inspektorat, kalau gak di desak , gak ada mereka menyerahkan hasil Audit itu ke Kejari. Hari ini baru di serahkan ke Kejari hasil auditnya,” kata M Yusup membeberkan soal ini ke media Senen(23/12)

Yusup menjelaskan, dalam laporan audit itu ada sebagian data dari laporan masyarakat Desa Muara Pangi sengaja tidak di audit, padahal yang di Audit itu di duga fiktip.

“Seperti pembelian bibit kulit manis nilainnya RP 7.500.000 Ribu. Dalam laporan ke Inspektorat ada tetapi tidak di audit, padahal itu menurut kami fiktip. Kami duga ada permainan dalam kasus ini,” tukasYusup.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Merangin Hatam Tafsir di bincangi tekait tudingan masayakat tersebut membantah.

Ia mengatakan, hal biasa saja jika masyarakat komplint dan tidak senang terkait hasil Audit DD Desa Muara Pangi.

” Ya, sah sah saja. Namun meski demikian Ispektorat sudah bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” tegas Hatam.

Hatam menjelaskan, jika dalam hal ini masih ada yang tidak senang dipersilahkan membuat laporan kembali.

” Jika ingin komplint, ya silahkan buat laporan kembali, apakah melalui penegak hukum atau yang lainnya. Kalau Inspektorat rasanya sudah sesuai,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.