26/01/2022

Dua Orang Bendahara di Kantor Desa, Kebijakan Kades Telun di Sorot

1 min read

BANGKO – Beredar kabar tak sedap dari gerbong pemerintahan Kepala Desa Telun Kecamatan Nalo Tantan yakni Amir (35).

Betapa tidak, Amir diduga membuat kebijakan tidak sesuai aturan karena mengunakan dua orang bendahara pada kantor desa.

Jika mengacu ke aturan, bendahara yang resmi yaitu Bambang. Ia yang di lantik dengan peraturan Bupati no 50 tahun 2017.

Namun, kenyataannya pada setiap pencairan DD di Bank, Amir memperdayakan Fahmi yang tak lain bendahara desa itu yang lama.

” Sesuai Perbub, Bambang yang resmi bendahara Desa Telun. Tetapi setiap pencairan Kades memperdayakan Fahmi sebagai bendahara,” ungkap masyarakat yang juga pengurus desa yang tau persoalan ini minta namanya tak di catut ke media ini Selasa (30/6).

Sumber juga menuturkan, akibat gonjang ganjing dua bendahara di Desa itu, bendahara yang resmi tidak lagi mau bekerja, karena dia menilai kebijakan Kades itu dianggap merugikan.

“Jangan kan bekerja, masuk kantor dan buat SPJ aja gak mau.
Ya, Bambang itu sebelumnya hanya digunakan untuk membuat laporan keuangan desa saja, yang mengambil pencairan di Bank bendahara satunya lagi yaitu Fahmi,” tuturnya.

Bahkan, sebut sumber, gaji Bambang yang diatur dalam aturan sebesar Rp 750 ribu dari kurun waktu bulan Juni 2018, hingga 2020 satu tahun enam bulan dialihkan ke Fahmi.

” Jadi itu masalahnya, Bambang gak masuk kantor. Apa lagi, gaji Bambang yang semestinya hak Bambang diberikan oleh Kades ke Fahmi, gitu ceritanya bang,” tukasnya.

Sementara, Kepala Desa Telun Amir Badarudin, sampai berita ini di turunkan di belum bisa dikonfirmasi, setiap kali di hubungi nomor bernada tidak aktif.(*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.