25/10/2021

Dua Dari Sebelas Penambang Tewas Ternyata Kepala Dusun

1 min read

 

BANGKO-Proses evakuasi terhadap 11 korban tewas di lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) lubang jarum, hingga Selasa (25/10) malam belum membuahkan hasil.

Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga, dikonfirmasi Terasmerangin.com mengatakan upaya evakuasi terkendala banyak air dilokasi, sehingga tim evakuasi tidak bisa masuk ke dalam lubang jarum.

“Seharian kita nyedot tapi belum juga kering, lakasi dipenuhi air. Mudahan malam nanti airnya bisa dikurangi lagi. Tadi kami juga terkendala ada mesin sedot yang rusak,” kata Kapolres.

Data yang didapat Terasmerangin.com ternyata dua dari sebelas penambang yang tewas di PETI lubang jarum tersebut merupakan Kepala Dusun (Kadus).

Arman (53) merupakan Kadus di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap. Sedangkan Yung Tuk (30) Kadus Koto Jayo di Desa Sungai Nilau, Kecamatan Sungai Manau.

“Ya, dua korban itu Kadus,” singkat warga Renah Pembarap.

Selain Arman dan Yung Tuk, korban tewas lainnya yakni Tami (45), Si’am (28), Hamzah (55), Jurnal (21), Catur (24) dan Guntur(34) merupakan warga asal Sungai Nilau, Kecamatan Sungai Manau.

Sementara Sito (25) dan Zulfikar (25) merupakan Swarga Perentak, Kecamatan Pangkan Jambu, serta Erwin (44) warga Desa Baru Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.(TM07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *