28/11/2021

Ditengah Pandemi Corona Sarolangun Terima 109 Orang Pekerja Jar Gas Asal Jawa, Beredar Kabar Pekerja Itu Tanpa di Karantina

2 min read

SAROLANGUN – Di tengah pandemi Corona yang sedang mewabah saat ini Pemerintah pusat meminta Pemerintah Daerah selalu waspada atas ke datangan pekerja luar terlebih dari zona merah pulau jawa.

Apa lagi virus mematikan tersebut tidak kasat mata. Bahkan, virus ini bisa menular tanpa di kenali gejalanya atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Tetapi lain halnya Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Kabupaten yang berslogan ‘Sepucuk Adat Serumpun Pseko’.

Kabupaten yang nakhodai Cek Endra ini di kabarkan menerima tenaga kerja asa jawa sebanyak 109 orang yang bergerak di Jaringan Gas (Jargas).

Tidak di karantinanya 109 orang pekerja tersebut, membuat tokoh Pemuda Kelurahan Sarkam Iyan Ardi meradang.

” Iya, kami kuatir atas kedatangan kerja asal jawa 109 orang. Mestinya, pekerja tersebut statusnya Orang Dalam Pemgawasan (ODP). Tetapi Pemerintah tidak melakukan itu,”ungkap Iyan Ardi kemedia ini Jumat (17/4).

Sebelumnya, ujar Iyan, ratusan pekerja tersebut pernah di lakukan penolakan, akan tetapi beberapa minggu mereka tiba lagi di Sarolangun.

” Sesampainya, mereka hanya di cek suhu tubuh, tanpa di karantina. Lalu mereka di lepas seperti anak ayam, Itu yang saya prihatin, siapa yang menjamin mereka tidak terpapar,” tutur Iyan.

Mirisnya lagi, kata Iyan, selain tidak ada pengawasan yang ketat, baru 14 hari pekerja itu itu datang di suruh mereka bekerja.

” Itu yang saya prihatin, selama ini saya lihat berita Sarolangun nol PDP. Jadi, kami di abaikan seolah olah Pemerintah tutup mata dengan kondisi saat ini,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil ketua jubir gugus covid 19 Kepala BPBD Kabupaten Sarolangun Trianto dikonfirmasi membenarkan kedatangan 109 pekerja asal jawa itu.

Namun, Trianto tidak mengehtaui secara pasti apakah pekerja tersebut sudah di karantina atau belum.

“Gini pak, kemarin itu saya di wakili sekban, saya lagi rapat. Kalau untuk lebih jelasnya silahkan dikonfirmasi lansung ke Kabag Ekonomi,” singkat Trianto.

Kabag Ekonomi Sarolanguun Haris Munandar dibincangi media ini terkait tidak dikarantina ratusan pekerja asal jawa itu, sepertinya membantah.

Menurutnya, pekerja tersebut, sebelum tiba di Kabupaten Sarolangun sudah di karantina di Muara Jambi.

” Sebelum ke Sarolangun pekerja itu sudah di karantina di Kabupaten Muara Jambi. Setelah itu, cek kesehatan juga di Muara Jambi,” sebut Haris Munandar.

Saat ditanya, apakah semua pekerja di Karantina dan cek kesehatan nya di Muara Jambi, sesampainya di Kabupaten Sarolangun mereka tidak di karantina lagi?

Haris menyelaskan, sesampainya di Kabupaten Sarolangun juga ratusan pekerja itu juga di Karantina.

” Di Sarolangun juga di Karantina dan di cek, kesehatannya. Jadi kedatangan semua pekerja itu sudah sesuai prosedur penanganan covid 19,” tandasnya.(*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *