28/11/2021

Dugaan Mark’up Mencuat Soal Beli Alat Penanganan Covid 19 di Dinkes Merangin, Abdai: Saya Tidak Ikut Campur, Tapi PPTK di Panggil ke Polres dan Inspektorat Tau

2 min read

BANGKO – Beredar isu terjadi dugaan Mark’up pada pengadaan pembelian Alat Pelindung Diri (APD) dan alat penanganan Covid 19 lainnya di Dinkes Kabupaten Merangin.

Alat alat yang di duga di Mark’up tersebut, yakni alat untuk tes suhu (Thermo Gun). Selain Thermo Gun, ada juga sepatu Bot, APD, serta teng untuk semprot.

” Ya, begitulah. Contohnya, sepatu Bot, harga di pasar hanya Rp 75 sampai Rp 80 ribu. Namun, dalam RAB di buat Rp 2.20 ribu,” ungkap sumber dari dalam Dinkes itu sendiri minta nama tak di tulis ke media ini Rabu (20/8).

Lainnya lagi, sebut sumber, Thermo Gun (Alat Pengukur Suhu Tubuh) Di waktu saat buat RABnya dulu memang lagi mahal sekitar Rp 4 juta. Namun, saat belinya kemaren sudah turun harganya.

” Tetapi, mereka membeli alat itu tetap mengacu ke harga RAB yang lama Rp 4 juta itu. Teng semprot, harga pasar Rp 300 tetapi dalam RAB di buat Rp 400 ribu lebih, bukankah itu yang dikatakan Mark’up,” pungkasnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Merangin Abdai di konfimasi soal dugaan Mark’up tersebut terkesan mengelak.

Ia mengatakan, kalau persoalan pengadaan APD tersebut dirinya tidak ikut campur, itu tanggung Jawab PPTK bersama bendahara.

” Jadi gini, kalau masalah itu abg tidak ikut campur nian. Ado PPTK nyo Ropi Putra namonyo, bendaharanyo Leni, kalau dak salah itu dana Covid 19, jadi dak biso nanyo dengan abg dak,” jawab Abda’i di melalui via Hp nya.

Meski tidak begitu tau, sebut Abdai, dirinya mendengar selintingan informasi terkait pemanggilan oleh pihak Polres dan Inspektorat terhadap PPTK tersebut.

” Selintingan tau lah ado, mereka di panggil ke Polres dan Inspektorat, dapat abang informasinyo. Namun abang tidak tau yang di Mark’up.

” Kagek, asal kasih keterangan salah pulo. Nak jeli jugo kan bahayo jugo soalnyo, itu masalahnyo,” beber Abdai.

Sementara itu, sampai berita ini di turunkan PPTK Dinkes Merangin Ropi Putra belum bisa dibincangi. Sebab nomor yang di berikan Kadis Dinkes tidak bisa di hubungi (*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *