21/10/2021

Diduga Travel Biro Haji An-Nabawi Tipu Warga

2 min read

MARGO TABIR – Warga Kampung Tujuh, Kecamatan Margo Tabir, Wagimin (71) dan istrinya Tarmi (65), dikabarkan tertipu oleh travel dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) An-Nabawi pimpinan Marzuki, sebesar RP 278.800.000.

Informasi yang didapat ini bermula sekitar tahun 2014 lalu, ketika suami isteri ini berniat menunaikan rukun Islam ke lima yakni naik haji ke Makkah, melalui biro pemberangkatan haji plus.

Lalu, mereka memenuhi biaya administrasi untuk keberangakatan melalui menantunya bernama, Jahari secara cicilan hingga mencapai Rp 278.800.000  ke Biro perjalanan haji dan umroh An-Nabawi.

Pada musim haji 2016 ini, mereka mendapat panggilan dari pihak travel dan dapat jatah berangkat ke Mekkah. Bahkan Ia dengan istrinya sudah diberangkat ke Jambi. Namun, setelah seminggu di Jambi mereka tak kunjung berangkat ke Mekkah, Ia tidak disertakan dengan alasan tidak terdaftar.  Sementara rombongan jamaah lainnya sudah berangkat semua,

 

“Sangat malu, kami sudah sedekah,  lebih 50 mobil keluarga ngantar ke Jambi, tau-tau gak jadi berangkat, apa gak malu,” ungkap Wagimin, Rabu (11/10).

Mirisnya lagi, kata Wagimin, disaat membuat baju haji di Jambi, Ia dan isterinya dipermainkan bak  seperti bola kaki ditendang ke sana kemari oleh Marzuki.

“Kita orang tua dibuat demikian, apa gak sakit. Disuruh ukur baju, setelah ditanya dengan tukang jahitnya nama kami sudah dicoret, lalu disuruh lagi buat tempat tukang jahit yang lain,” timpalnya.

” Kami ikuti kata Marzuki, kami bilang sama tukang jahitnya bahwa disuruh pak Marzuki ukur baju. Terang-terangan tukang jahit bilang bahwa nama kami tidak ada. Dengan rasa kecewa gak jadi buat baju, biarlah kami gak berangkat haji,” sesal Wagimin.

Seperti yang dikutip Jambipos.Com, Jahari membenarkan batalnya keberangkatan mertuanya naik haji. Namun, Jahari enggan komentar terlalu jauh.

“ Ya gak jadi, padahal uang keberangakatan mertua saya udah saya setor sama Marzuki sebagai biro jasa travel yang memberangkatkan jemaah haji plus,” jawab Jahari.

Kendati demikian, tambah Jahari, tak perlu dikuatirkan. Pasalnya, pihak travel bertanggung jawab dalam hal ini. Dan Ia percayapihak travel tidak akan menipunya.

Sementara itu, Marzuki saat dibincangi melalui via ponselnya, Rabu (11/10), membantah jika pihaknya sudah menipu Wagimin dan isterinya. Ia menagatakan, persoalan tersebut sudah selesai dan tidak ada lagi masalah.

” Siapa yang kami tipu, kalau Wagimin dan isterinya tidak ada lagi masalah, saya sudah kerumahnya bicarakan masalah ini. Intinya, masalah ini sudah selesai. Karena tertunda 2016 ini mereka menunggu keberangkatannya tahun 2017 ini,” jawab Marzuki melalui ponselnya.

Saat ditanya Marzuki, kenapa anggaran untuk naik haji mencapai ratusan juat rupiah untuk dua orang. Dia menjawab, jika yang itu bukan kapasitas dirinya menjawab, karena Dia berhubungan dengan menantunya.

” Kalau yang itu saya tak menjawab, kita sama-sama punya kode etik. Silakan tanya ke Jahari,” tuntasnya. (TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *